← Beranda
Trump Klaim Kim Jong Un Respons Ajakan Dialog, AS Evaluasi Latihan Militer Bareng Korea Selatan
Dhimas GinanjarSelasa, 18 Agustus 2026 | 18.40 WIB
Donald Trump (Instagram @whitehouse)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah merespons ajakannya untuk berbicara. Pernyataan itu disampaikan ketika Washington tengah mempertimbangkan pengurangan latihan militer bersama Korea Selatan.

Trump sebelumnya menyebut latihan militer bersama AS dan Korea Selatan sebagai beban biaya bagi Washington. Dalam unggahan di Truth Social, Minggu (16/8), dia juga mengatakan latihan tersebut mengirim "sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan" kepada Korea Utara.

Pernyataan Trump muncul sehari sebelum latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield dimulai di Korea Selatan. Latihan tersebut berlangsung hingga 27 Agustus dan selama ini dikecam Pyongyang sebagai latihan untuk mempersiapkan invasi.

Ketika ditanya Kyodo apakah Amerika Serikat akan mengurangi latihan yang sedang berlangsung, seorang pejabat Pentagon mengatakan Departemen Pertahanan "secara aktif bekerja untuk melaksanakan arahan panglima tertinggi".

Trump kemudian mengatakan Kim telah merespons ajakan dialog yang disampaikannya. Ketika ditanya mengapa pemimpin Korea Utara itu belum menanggapi tawaran tersebut, Trump menjawab, "Dia sudah."

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump juga mengatakan Kim "selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat".

"Kami bertemu beberapa kali, sebenarnya dua kali dalam pertemuan utama, berbicara dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahaminya. Dia memahami saya," ujar Trump.

Trump diketahui bertemu Kim tiga kali saat masa jabatan pertamanya. Pertemuan pertama berlangsung di Singapura pada 2018, dilanjutkan dengan pertemuan di Vietnam pada 2019 dan di desa gencatan senjata antar-Korea, Panmunjeom.

Sikap Trump yang kembali melunak terhadap Korea Utara juga disertai kritik terhadap Korea Selatan. Trump menilai Seoul tidak cukup membantu Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.

"Korea Selatan telah dilindungi oleh kami selama bertahun-tahun," kata Trump.

Trump mengaku sempat meminta Presiden Korea Selatan memberikan bantuan dalam operasi militer Amerika Serikat di Iran. Namun, menurut Trump, Seoul menolak permintaan tersebut.

Trump kemudian mempertanyakan sikap itu dengan mengaitkannya dengan keberadaan sekitar 39.000 tentara Amerika Serikat di Korea Selatan yang menurutnya bertugas melindungi negara tersebut dari Korea Utara.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan dalam hubungan AS-Korea Selatan, sementara Washington dan Seoul tetap menjalankan latihan militer bersama dan Trump pada saat yang sama membuka kembali ruang komunikasi dengan Kim.

EDITOR: Dhimas Ginanjar