JawaPos.com - Rakuten Group Inc. menggandeng Helsing, startup drone pencegat asal Jerman, untuk membantu memasok drone tempur berbasis kecerdasan buatan (AI) ke Kementerian Pertahanan Jepang.
Kerja sama ini menjadi langkah pertama Rakuten dalam bisnis drone yang dirancang untuk keperluan militer. Perusahaan juga mempertimbangkan produksi massal drone tersebut di Jepang di masa mendatang.
Seperti dilansir Kyodo, Selasa (18/8), Pasukan Bela Diri Darat Jepang akan melakukan uji demonstrasi drone Helsing hingga akhir September. Hasil pengujian akan menjadi pertimbangan pemerintah Jepang untuk memutuskan penggunaannya.
Helsing didirikan pada 2021 dan mengembangkan sistem yang memanfaatkan AI untuk mengoperasikan drone secara otonom. Drone buatannya antara lain memiliki kemampuan mencegat dan menembak jatuh rudal.
Jenis dan jumlah drone yang nantinya akan dipasok belum ditentukan. Namun, drone tersebut diperkirakan digunakan di wilayah pesisir untuk menghadapi ancaman pendaratan.
Dalam kerja sama tersebut, Rakuten akan menjadi penghubung Helsing di Jepang. Perusahaan selama ini sudah memiliki bisnis terkait drone, termasuk program pelatihan penerbangan drone dan layanan inspeksi eksterior bangunan.
Namun, keterlibatan dalam drone untuk kebutuhan militer menjadi wilayah baru bagi Rakuten.
Perusahaan itu sebelumnya juga terlibat dalam pameran peralatan pertahanan di Jepang pada tahun lalu dengan mendukung keikutsertaan sebuah startup asal Ukraina.
Rencana tersebut muncul ketika penggunaan drone semakin meluas dalam berbagai konflik, termasuk di Ukraina dan Timur Tengah. Drone dinilai dapat diproduksi secara massal, dikerahkan dengan cepat, serta memiliki biaya relatif rendah.
Kondisi itu turut mendorong Kementerian Pertahanan Jepang mempercepat pengenalan teknologi drone untuk kebutuhan pertahanan.