JawaPos.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth membantah laporan mengenai memburuknya kondisi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun, bantahan tersebut belum meredakan kekhawatiran di Kongres yang justru mendesak pemeriksaan langsung terhadap kapal dan kondisi sekitar 5.000 personelnya.
Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah keluarga sejumlah awak USS Abraham Lincoln menyampaikan kepada pimpinan Angkatan Laut AS, bahwa beberapa pelaut dilaporkan mencoba melompat ke laut atau berhasil dicegah melakukan tindakan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah laporan tersebut, kondisi moral dan mental awak kapal disebut rendah setelah mereka menjalani lebih dari 250 hari berturut-turut di laut, termasuk sedikitnya 40 hari operasi tempur secara terus-menerus dalam mendukung perang melawan Iran.
Hegseth, dalam wawancara dengan Newsmax pada Kamis (14/8), menilai pemberitaan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln telah memberikan gambaran yang keliru.
Ia menyebut kondisi di kapal tersebut telah 'completely misrepresented' atau sepenuhnya disalahgambarkan.
"Dengar, kami memastikan bahwa setiap kapal, setiap kru, setiap kapten memiliki semua yang dapat kami berikan kepada mereka setiap saat," kata Hegseth.
Menurut Hegseth, panjangnya masa penugasan bukan berarti pemerintah mengabaikan kebutuhan para personel. Ia justru memuji para pelaut yang tetap menjalankan tugas dalam kondisi sulit di laut.
"Beberapa penempatan lebih lama dari yang lain, dan saya lebih menghormati dan berterima kasih kepada para pelaut itu daripada siapa pun. Apa yang mereka lakukan di laut lepas dan kondisi sulit dengan panggilan port yang lebih sedikit, sungguh luar biasa," kata Hegseth.
Hegseth juga mengatakan ingin para personel USS Abraham Lincoln segera kembali ke Amerika Serikat.
"Aku ingin mereka pulang segera setelah semua orang melakukannya," ucapnya.
Ia menambahkan, keinginan tersebut telah diketahui oleh para komandan militer dan pejabat terkait.
"Komandan saya tahu itu, sekretaris layanan kami tahu itu, [Presiden Trump] mengharapkan itu," katanya.
Kongres Justru Minta Kondisi Kapal Diperiksa
Meski demikian, bantahan Hegseth tidak menghentikan tekanan dari Kongres.
Senator Richard Blumenthal dari Connecticut, yang merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, telah mengirim surat kepada Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao.
Ia menyampaikan konsen serius mengenai masa penugasan USS Abraham Lincoln yang semakin panjang. Blumenthal menilai persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai kejadian yang berdiri sendiri.
"Lincoln bukanlah kasus yang terisolasi. Penyebaran kapal induk baru-baru ini telah berulang kali melampaui durasi yang diantisipasi semula, menunjukkan bahwa penyebaran yang diperpanjang mungkin menjadi fitur daripada pengecualian model generasi angkatan laut," tulis Blumenthal.
Pernyataan tersebut memperluas persoalan dari sekadar kondisi USS Abraham Lincoln menjadi pertanyaan mengenai pola penugasan kapal induk Angkatan Laut AS.
Jika penugasan yang melampaui jadwal terus terjadi, dampaknya dapat menyentuh kesiapan personel, kesehatan awak, hingga kemampuan kapal mempertahankan operasi dalam jangka panjang.
Tekanan terhadap Pentagon juga datang dari Senator Ruben Gallego dari Arizona.
Gallego menyerukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi USS Abraham Lincoln dan meminta adanya kunjungan resmi bipartisan ke kapal tersebut.
"Jelas Donald Trump, yang menghindari tugas aktif sendiri, tidak peduli dengan kesehatan dan keselamatan anggota layanan kami. Kongres perlu melakukan tugasnya dan meminta pertanggungjawaban administrasi ini," tulis Gallego di platform X.
Baca Juga: Krisis USS Abraham Lincoln, Senat AS Desak Menteri Perang Tanggung Jawab
Seruan tersebut menunjukkan bahwa sebagian anggota Kongres ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi awak dan kapal, bukan hanya mengandalkan penjelasan dari Pentagon atau Angkatan Laut.
Permintaan pemeriksaan juga muncul setelah keluarga awak menyampaikan laporan mengenai dugaan percobaan bunuh diri di kapal.