← Beranda
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Rian AlfiantoJumat, 14 Agustus 2026 | 01.24 WIB
Ilustrasi USS Abraham Lincoln. (Mehr News)

JawaPos.com - Bentrokan dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di tengah perang dengan Iran. Insiden tersebut disebut berujung pada tewasnya tujuh prajurit dan melukai sejumlah personel lainnya setelah ketegangan di antara awak kapal meningkat akibat penugasan yang berkepanjangan.

Laporan mengenai insiden itu disampaikan Tasnim News Agency, yang mengutip seorang sumber militer. Hingga kini, klaim mengenai tujuh prajurit yang tewas belum disertai konfirmasi resmi dari Angkatan Laut AS sehingga informasi tersebut masih perlu diverifikasi.

Bentrokan disebut bermula ketika seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke USS Abraham Lincoln untuk menemui para awak kapal. Pertemuan itu dilakukan setelah keluarga sejumlah personel memprotes lamanya masa penugasan kapal.

Baca Juga: Refleksi HUT Ke-81 RI, Arief Hidayat Singgung Pembangunan Semakin Jauh dari Cita-cita Kemerdekaan

Alih-alih meredakan ketegangan, kedatangan penasihat tersebut justru disebut mendapat penolakan keras dari awak kapal.

Menurut sumber yang dikutip Tasnim, penasihat itu mendapat sorakan dari para personel dan dilempari botol air saat menyampaikan pembicaraan di hadapan awak kapal.

Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan fisik di antara personel. Perkelahian disebut melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya hingga menyebabkan tujuh orang tewas dan beberapa lainnya terluka.

Tasnim melaporkan suasana di atas USS Abraham Lincoln masih tegang setelah kejadian tersebut.

Penugasan Berbulan-bulan Jadi Pemicu Ketegangan

Insiden ini terjadi ketika USS Abraham Lincoln menjalani salah satu masa penugasan terpanjang dalam sejarah operasi kapal induk modern AS.

Menurut laporan tersebut, kapal telah dikerahkan selama 263 hari dan menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut. USS Abraham Lincoln saat ini dilaporkan beroperasi di kawasan Samudra Hindia.

Panjangnya masa penugasan menjadi sumber keresahan bagi keluarga awak kapal. Mereka disebut telah melakukan protes karena khawatir dengan kondisi personel yang harus terus berada di tengah operasi militer.

Tekanan tersebut semakin besar karena kapal dikerahkan dalam situasi perang AS dengan Iran. Dalam konteks itu, USS Abraham Lincoln menjadi salah satu aset utama kekuatan laut AS yang beroperasi di kawasan.

Buat yang belum tahu, USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang menjadi bagian penting dari kekuatan militer AS di kawasan.

Kapal ini membawa pesawat tempur dan berbagai aset udara yang memungkinkan Angkatan Laut AS menjalankan operasi jarak jauh.

Kehadirannya di kawasan juga menjadi bagian dari upaya Washington mempertahankan kemampuan serang dan proyeksi kekuatan selama konflik dengan Iran.

Namun, perang yang berkepanjangan membawa konsekuensi terhadap personel yang berada di garis depan operasi.

Laporan mengenai kerusuhan di USS Abraham Lincoln menunjukkan bahwa tekanan tersebut tidak hanya datang dari ancaman eksternal, tetapi juga dari kondisi internal awak kapal yang menjalani penugasan panjang.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah