JawaPos.com - Korea Utara dan Rusia disebut mempertimbangkan penambahan pasukan Korea Utara ke tiga wilayah Rusia bagian barat yang berbatasan dengan Ukraina. Jika terealisasi, jumlah pasukan Korea Utara yang dikerahkan ke Rusia dapat mencapai 50.000 personel pada akhir November.
Seperti dilansir Kyodo, Kamis (13/8), informasi tersebut disampaikan badan intelijen militer Ukraina berdasarkan rancangan sementara rencana militer Rusia yang mereka peroleh.
Rencana tersebut disebut bertujuan membebaskan sejumlah unit Rusia untuk ditempatkan di garis depan. Pasukan Korea Utara diproyeksikan membantu Rusia merebut wilayah Donbas di Ukraina timur, yang mencakup Luhansk dan Donetsk, sebelum akhir tahun.
Intelijen Ukraina memperkirakan lebih dari 42.000 tentara Rusia tewas atau terluka sepanjang Juli. Kondisi tersebut disebut mendorong Moskow mencari tambahan pasukan dari Korea Utara untuk mempertahankan operasi militernya.
Rusia dan Korea Utara telah menandatangani pakta kemitraan strategis pada 2024 yang mengatur dukungan timbal balik ketika salah satu pihak menghadapi keadaan darurat.
Lebih dari 10.000 tentara Korea Utara sejauh ini telah dikerahkan ke Rusia dan terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina.
Sebagian besar pasukan tersebut ditempatkan di Kursk. Namun, rancangan sementara yang diperoleh intelijen Ukraina juga mengatur pengerahan unit Korea Utara untuk menjalankan sebagian besar tugas di Bryansk dan Belgorod.
Seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan rencana tersebut diperkirakan masih membutuhkan persetujuan akhir dari pemimpin kedua negara.
Badan intelijen Ukraina memperkirakan sekitar 9.500 pasukan darat Korea Utara saat ini berada di Rusia. Selain itu, Korea Utara baru-baru ini mulai mengirim sekitar 90 personel pasukan rudal ke wilayah Voronezh di Rusia bagian selatan.
Pyongyang juga disebut telah memberikan tambahan 40 rudal balistik kepada Rusia. Rudal tersebut diduga digunakan dalam serangan pada akhir Juli di sekitar Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk di Ukraina timur, serta pada awal Agustus di wilayah Zaporizhzhia bagian selatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya memperingatkan dampak lebih luas dari keterlibatan Korea Utara dalam perang. Dalam pernyataan video yang dirilis Senin, ia mengatakan pengalaman tempur yang diperoleh Korea Utara akan berarti "bahaya yang meningkat" bagi Jepang dan Korea Selatan.