← Beranda
Mojtaba Khamenei Rombak Militer Iran, 2 Jenderal Kawakan Pegang Kendali Perang
Rian AlfiantoRabu, 12 Agustus 2026 | 01.45 WIB
Mojtaba Hosseini Khamenei. (NDTV).

 

JawaPos.com - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merombak pucuk kepemimpinan militer dengan menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata dan Ahmad Vahidi sebagai panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pergantian ini menjadi langkah besar pertama Mojtaba dalam menata struktur keamanan Iran sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Penunjukan tersebut diumumkan melalui pernyataan di situs resmi Mojtaba Khamenei pada Senin (10/8) waktu setempat. Pergantian berlangsung ketika Iran masih berada dalam perang dengan Amerika Serikat, sehingga keputusan itu berpotensi memengaruhi arah komando militer Tehran dalam menghadapi eskalasi konflik.

Dua Jenderal Baru di Puncak Militer Iran

Ali Abdollahi dipercaya mengisi posisi kepala staf angkatan bersenjata Iran. Sebelumnya, ia memimpin Khatam al-Anbiya Central Headquarters, pusat komando gabungan yang bertugas mengoordinasikan operasi berbagai unsur militer Iran.

Baca Juga: 2 Titik Api Masih Menyala, BNPB Ungkap Kendala Pemadaman Karhutla di Gunung Bromo

Abdollahi juga dikenal mengeluarkan pernyataan keras selama konflik berlangsung. Awal bulan ini, ia memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak membantu Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Ia mengatakan negara mana pun yang bertindak sebagai 'perisai defensif' bagi AS akan 'engulfed by the flames of war' atau dilanda kobaran api perang.

Sementara itu, Ahmad Vahidi ditunjuk sebagai panglima IRGC dengan pangkat mayor jenderal. Demikian dilansir dari News18.

Vahidi bukanlah sosok baru dalam lingkaran keamanan Iran. Pengalamannya di struktur keamanan dan militer membuat penunjukan tersebut menempatkannya pada salah satu posisi paling strategis dalam menghadapi situasi perang saat ini.

IRGC sendiri memiliki peran penting dalam sistem pertahanan Iran, termasuk dalam operasi militer dan keamanan strategis negara tersebut.

Rombakan Pertama Mojtaba Khamenei

Keputusan ini memiliki arti politik dan militer yang besar karena menjadi perombakan besar pertama di tubuh militer Iran sejak Mojtaba Khamenei mengambil posisi sebagai Pemimpin Tertinggi.

Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Dengan menunjuk dua figur baru di pucuk angkatan bersenjata dan IRGC, Mojtaba kini mulai membentuk struktur komando yang berada langsung di bawah kepemimpinannya.

Baca Juga: Eks Presiden Suriah Bashar Al-Assad Divonis Mati secara In Absentia

Langkah tersebut juga datang ketika perang dengan AS meningkatkan tekanan terhadap sistem keamanan Iran. Dalam kondisi seperti ini, posisi kepala staf angkatan bersenjata dan panglima IRGC menjadi sangat menentukan dalam koordinasi respons militer Tehran.

Perombakan militer tersebut terjadi hanya sehari setelah mantan komandan IRGC, Mohsen Rezaei, ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Rezaei ditunjuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah Mohammad Bagher Zolghadr mengundurkan diri dari posisi tersebut. Zolghadr kemudian dipindahkan menjadi penasihat politik Mojtaba Khamenei.

Penempatan Rezaei memperkuat peran figur berpengalaman militer di lingkaran keamanan tertinggi Iran.

Pria berusia 71 tahun itu memimpin IRGC selama 1981-1997, termasuk hampir sepanjang periode Perang Iran-Irak. Setelah meninggalkan posisi tersebut, Rezaei menduduki sejumlah jabatan politik senior dan juga pernah menjadi penasihat militer bagi Khamenei.

Rezaei sebelumnya juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz dalam konflik yang sedang berlangsung. Pada Juli, ia menyebut penguasaan jalur strategis tersebut lebih penting daripada puluhan bom atom.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan