← Beranda
Korban Gempa Kolombia Tembus 132 Tewas, Rumah Sakit dan Kota Lumpuh
Rian AlfiantoRabu, 12 Agustus 2026 | 01.21 WIB
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat setelah gempa menewaskan 111 orang. (Pakistan TV)

 

JawaPos.com - Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,4 magnitudo di wilayah barat Kolombia bertambah menjadi sedikitnya 132 orang. Sementara itu, 570 lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah meningkatnya jumlah korban, operasi penyelamatan terus dikebut karena sejumlah orang masih diduga terjebak di bawah reruntuhan. Kondisi ini menyebabkan aktivitas lumpuh.

Dikutip via CNN, data terbaru tersebut disampaikan Colombian Association of Capital Cities. Angka ini menunjukkan skala bencana yang terus berkembang setelah gempa mengguncang kawasan barat Kolombia.

Pemerintah Kolombia sendiri telah menetapkan status bencana nasional dan mengerahkan personel militer ke wilayah terdampak. Mereka membantu proses evakuasi, pencarian korban, serta penanganan dampak gempa.

Selain bertambahnya jumlah korban tewas, salah satu persoalan paling serius muncul di Cali. Kota besar ini mengalami kerusakan parah.

Sejumlah bagian rumah sakit ikut runtuh, termasuk area pediatrik dan neonatal. Kerusakan tersebut membuat penanganan korban menjadi semakin rumit.

Fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi pusat pertolongan justru ikut terdampak. Hal ini terjadi saat jumlah warga yang membutuhkan perawatan meningkat.

Sebelumnya, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan sekitar 5.000 rumah di Cali mengalami kerusakan atau runtuh. Ia juga menyebut 35 orang meninggal dan sekitar 700 lainnya terluka dalam pembaruan sebelumnya.

"Tiga rumah sakit telah runtuh, dan 18 lainnya telah terpengaruh; 39 sekolah telah terpengaruh; dan bandara telah mengalami kerusakan dan beroperasi secara terbatas," kata Espriella.

Pemerintah juga menghadapi persoalan orang hilang. Dalam pembaruan sebelumnya, Espriella mengatakan terdapat 188 orang yang belum ditemukan.

"Tapi yang paling mengkhawatirkan kita, tanpa diragukan lagi, adalah 188 orang yang hilang," ujarnya.

Kini, petugas darurat bersama relawan terus membongkar puing bangunan untuk mencari korban yang mungkin masih bertahan hidup.

Untuk percepatan evakuasi, personel militer juga dikerahkan untuk mendukung operasi darurat. Mereka membantu membuka akses, mengevakuasi warga, mengamankan lokasi terdampak, serta mendukung tim penyelamat yang bekerja di antara bangunan runtuh.

Keputusan tersebut menjadi penting karena operasi pencarian tidak hanya membutuhkan tenaga manusia. Koordinasi lintas lembaga juga diperlukan agar wilayah terdampak bisa dijangkau secepat mungkin.

Sebelumnya diberitakan, gempa berpusat di San José del Palmar. Wilayah ini relatif kurang berkembang di bagian barat Kolombia.

Lokasinya sekitar 150 mil atau 240 kilometer sebelah barat Bogota. Kondisi geografis di sekitar episentrum menjadi tantangan tambahan bagi petugas.

Sebagian wilayah barat Kolombia memiliki akses transportasi terbatas dan didominasi kawasan hutan. Artinya, dampak gempa baru diketahui secara bertahap ketika tim penyelamat berhasil mencapai daerah-daerah sulit dijangkau.

Meski pusat gempa berada jauh dari ibu kota, getarannya terasa kuat di Bogota. Alarm berbunyi dan warga berhamburan keluar bangunan sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga: Kolombia Diguncang Gempa Hebat, Pertandingan Copa Libertadores dan Sudamericana Ditangguhkan

Kepanikan tersebut menunjukkan luasnya radius guncangan yang ditimbulkan gempa 7,4 magnitudo. Dampaknya juga tidak terbatas di Kolombia. Guncangan dilaporkan terasa hingga negara tetangga, termasuk Ekuador dan Panama. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan