← Beranda
Presiden Kolombia Sebut 188 Orang Masih Hilang, 5.000 Rumah Rusak dan Tiga Rumah Sakit Runtuh
Rian AlfiantoSelasa, 11 Agustus 2026 | 17.40 WIB
Presiden Kolombia menetapkan status darurat setelah gempa menewaskan 111 orang. (Pakistan TV)

JawaPos.com - Situasi di Kota Cali, Kolombia, memburuk setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat negara itu. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyebut sekitar 5.000 rumah rusak atau runtuh, 35 orang meninggal dunia, dan sekitar 700 lainnya mengalami luka-luka.

Namun, jumlah korban hilang menjadi perhatian terbesar pemerintah. Sebanyak 188 orang masih belum ditemukan setelah gempa mengguncang kawasan tersebut dan memicu runtuhnya sejumlah bangunan.

"Tapi yang paling mengkhawatirkan kita, tanpa diragukan lagi, adalah 188 orang yang hilang," kata Espriella dikutip dari ABC News.

Baca Juga: Pahami Arti Melepaskan! Ramalan Percintaan Zodiak Scorpio untuk Selasa, 11 Agustus 2026

Tim penyelamat bersama relawan dilaporkan masih terus bekerja di sejumlah titik terdampak. Mereka membongkar dan memindahkan puing secara manual untuk menjangkau orang-orang yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Selain itu, dalam update terbaru mengenai kondisi Cali, Espriella mengatakan kerusakan perumahan menjadi salah satu dampak terbesar gempa.

"Kami memiliki sekitar 5.000 rumah yang rusak atau runtuh; 35 korban jiwa; dan sekitar 700 orang terluka," ujar Espriella.

Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak gempa terhadap permukiman warga. Ribuan keluarga kini menghadapi kerusakan tempat tinggal, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

Kerusakan juga tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas penting yang menopang aktivitas masyarakat ikut terdampak.

Tiga Rumah Sakit Runtuh

Menurut Espriella, sedikitnya tiga rumah sakit di Cali mengalami keruntuhan akibat gempa. Sebanyak 18 rumah sakit lainnya juga mengalami kerusakan.

"Tiga rumah sakit telah runtuh, dan 18 lainnya telah terpengaruh; 39 sekolah telah terpengaruh; dan bandara telah mengalami kerusakan dan beroperasi secara terbatas," katanya.

Kondisi tersebut berpotensi memperumit penanganan korban luka. Di satu sisi, jumlah pasien membutuhkan layanan medis dalam jumlah besar. Di sisi lain, sebagian fasilitas kesehatan justru ikut terdampak bencana.

Bandara Cali juga mengalami kerusakan dan kini hanya beroperasi secara terbatas. Gangguan tersebut dapat memengaruhi mobilisasi bantuan, personel penyelamat, maupun distribusi kebutuhan darurat ke wilayah yang terdampak.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah