← Beranda
Musk Tolak Starlink Dipakai Ukraina untuk Pandu Serangan ke Sasaran di Rusia
Mellyna Putri DiniarSelasa, 11 Agustus 2026 | 04.41 WIB
Elon Musk menolak Starlink digunakan Ukraina untuk memandu serangan ke Rusia. ./ (AP News)

JawaPos.com — Elon Musk menolak permintaan Ukraina menggunakan Starlink untuk membantu memandu serangan terhadap sasaran militer di Rusia.

Menurut The Atlantic, Musk menilai penggunaan jaringan satelit SpaceX itu berisiko memperbesar eskalasi perang dan menganggap sudah waktunya kedua pihak mencapai kesepakatan damai.

Permintaan tersebut diajukan Presiden Volodymyr Zelenskyy kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! 5 Weton Ini Dipercaya Jadi Pembawa Rezeki dan Kebanggaan Keluarga

Zelenskyy meminta Trump membantu memperoleh persetujuan Musk agar Starlink dapat digunakan untuk memandu pesawat nirawak menuju baterai rudal Rusia yang digunakan menyerang Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya. Trump tidak memberikan jawaban tegas dan mengatakan akan mempertimbangkannya serta berbicara dengan Musk.

Dilansir dari RBC-Ukraine, Senin (10/8/2026), Musk masih menolak permintaan itu meski Ukraina berupaya menghubunginya melalui berbagai jalur.

Mykhailo Fedorov, yang baru diberhentikan sebagai menteri pertahanan Ukraina, juga mencoba menjangkau Musk melalui jalur komunikasi tidak resmi. 

Namun, hingga Rabu (5/8), belum ada keputusan positif. Salah satu kolega Fedorov mengatakan, “Elon terus mengatakan bahwa sudah waktunya mencapai kesepakatan Damai.”

Bagi Kyiv, permintaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan meningkatkan ketepatan serangan terhadap sasaran militer Rusia. Sejak invasi besar-besaran Rusia, Starlink telah menjadi bagian penting dari komunikasi Ukraina dan mendukung kebutuhan militernya. Karena itu, akses terhadap jaringan yang dikendalikan SpaceX memiliki arti strategis bagi operasi Ukraina.

Musk sebelumnya juga menolak permintaan Ukraina menggunakan Starlink dalam serangan terhadap kapal perang Rusia di Krimea pada September 2022.

Menurut The Atlantic, keputusan tersebut didorong kekhawatiran bahwa serangan itu dapat memicu respons nuklir Rusia. Kini, keberatan serupa muncul ketika Kyiv ingin memperluas penggunaan Starlink untuk membantu serangan terhadap sasaran di wilayah Rusia.

Persoalannya bukan sekadar ketersediaan jaringan, tetapi batas penggunaannya. Ukraina dapat menggunakan Starlink di wilayahnya sendiri, termasuk Krimea dan wilayah lain yang diduduki Rusia.

Sebaliknya, SpaceX membatasi penggunaan Starlink di Rusia. Permintaan terbaru Zelenskyy akan memperluas fungsi jaringan tersebut untuk mendukung serangan terhadap sasaran di wilayah Rusia.

Fedorov sebelumnya menjadi salah satu penghubung Ukraina dengan Musk. Dia pernah membantu meyakinkan SpaceX memutus akses Starlink yang digunakan pasukan Rusia untuk mengoperasikan pesawat nirawak.

Setelah Fedorov dicopot, Ukraina kehilangan salah satu kontaknya dengan Musk. Seorang pejabat Ukraina menyebut pergantian itu terjadi pada waktu yang “sangat buruk untuk menunjuk menteri baru.”

Persoalan itu juga menyentuh keterlibatan teknologi Amerika dalam serangan di wilayah Rusia. Seorang pejabat Ukraina memperingatkan, “Penggunaan teknologi Amerika untuk menghancurkan pertahanan udara dan peluncur rudal balistik di wilayah Rusia dapat dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat dan memicu respons yang sulit diprediksi.” 

Trump sendiri mengakui risiko eskalasi. Dalam pembahasan mengenai serangan Ukraina terhadap sasaran jauh di Rusia, dia mengatakan, “Ini adalah eskalasi, tetapi ini juga eskalasi yang dapat membantu mengarah pada akhir” perang.

Di sisi lain, The Atlantic melaporkan Rusia telah mengembangkan metode untuk mengganggu sinyal Starlink di Ukraina. Dokumen yang muncul sebelumnya juga mengindikasikan dugaan rencana Rusia dan Tiongkok melumpuhkan satelit Starlink melalui peretasan, gangguan sinyal, atau upaya menjatuhkannya dari orbit.

Dengan risiko tersebut, penolakan Musk akhirnya menempatkan Starlink di tengah persoalan militer yang lebih luas.

Bagi Ukraina, jaringan tersebut menawarkan kemampuan komunikasi dan ketepatan yang penting dalam menghadapi Rusia. Bagi Musk, penggunaannya untuk membantu serangan di wilayah Rusia berisiko memperluas perang. 

Di tengah upaya Trump mendorong penyelesaian konflik, keputusan mengenai akses sebuah jaringan satelit komersial turut menjadi bagian dari perhitungan strategis perang.

EDITOR: Hanny Suwindari