JawaPos.com - Iran hingga kini belum bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Teheran menegaskan, pembukaan selat tersebut bergantung pada dipenuhinya sejumlah tuntutan oleh Amerika Serikat.
Tuntutan itu bukan hanya menyangkut lalu lintas kapal yang melewati celah sempit di teluk Persia.
Iran meminta perubahan besar dalam kebijakan Washington, mulai dari penghentian ancaman militer hingga pencabutan sanksi dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad-Bagher Zolghadr menyampaikan daftar tuntutan tersebut dalam pesan tertulis.
Baca Juga: Iran Matangkan RUU yang akan Larang Kapal AS-Israel Lintasi Selat Hormuz
Berikut tujuh hal yang diminta Iran kepada Amerika Serikat sebagai syarat membuka selat Hormuz:
1. AS Tidak Boleh Lagi Mengancam atau Mempermalukan Iran
Tuntutan pertama Iran berkaitan dengan hubungan politik antara Teheran dengan Washington.
Teheran menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan kembali diancam atau dipermalukan oleh Amerika Serikat.
"Memperbaiki perilakunya berarti Iran tidak boleh lagi diancam atau dipermalukan," kata Zolghadr.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya meminta perubahan kebijakan dalam konflik saat ini, tetapi juga menginginkan perubahan pola hubungan dengan Washington ke depan.
Baca Juga: Iran-Oman Dekati Kesepakatan Jalur Kapal, Selat Hormuz Tetap Belum Dibuka
2. Agresi terhadap Iran dan Sekutunya Harus Dihentikan
Iran juga menuntut penghentian permanen atas tindakan yang disebut Teheran sebagai agresi terhadap Iran dan sekutunya.
"Agresi terhadap Iran dan sekutu-sekutunya harus berakhir secara permanen," ujar Zolghadr.
Syarat ini memperluas persoalan Selat Hormuz dari sekadar keamanan pelayaran menjadi bagian dari konflik militer dan politik yang lebih besar antara Iran, Amerika Serikat, dan kelompok maupun negara yang bersekutu dengan Teheran.
3. AS Harus Cabut Blokade Laut
Iran selanjutnya meminta Amerika Serikat menghentikan blokade laut terhadap negaranya.
Tuntutan ini menjadi penting karena Washington sendiri disebut mengaitkan pemulihan tekanan terhadap Iran dengan kembalinya pelayaran bebas di Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Tetapkan 6 Syarat untuk Buka Selat Hormuz, AS Diminta Hentikan Agresi
Dengan demikian, persoalan akses laut menjadi salah satu titik utama tawar-menawar antara kedua negara.
4. Pasukan AS Harus Ditarik dari Sekitar Iran
Iran juga meminta Washington menarik kekuatan militer Amerika Serikat dari kawasan di sekitar Iran.
Bagi Teheran, keberadaan kapal perang dan kekuatan udara AS di kawasan merupakan bagian dari ancaman terhadap keamanan Iran.
Karena itu, pembukaan Hormuz tidak diposisikan semata sebagai persoalan kapal dagang, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan kekuatan militer Amerika di kawasan.
5. AS Harus Membayar Kerugian Perang
Iran juga meminta kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan selama konflik.
"Kerusakan perang harus dikompensasi," kata Zolghadr.
Baca Juga: Iran Desak AS dan Pasukan Asing Keluar dari Timur Tengah
Nilai kompensasi atas klaim kerugian Iran akibat perang tidak dirinci dalam pernyataan tersebut.
Namun, laporan The Wall Street Journal menyebut Iran telah menuntut pembayaran miliaran dolar dari Amerika Serikat, sebagai bagian dari persyaratan untuk mengizinkan lalu lintas kembali mengalir bebas melalui Selat Hormuz.
Tuntutan pembayaran tersebut disebut sebagai harga tertinggi yang pernah diminta Teheran untuk membuka kembali jalur strategis itu.
6. Sanksi terhadap Iran Harus Dicabut
Tuntutan berikutnya adalah pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran yang selama ini berlaku.
Sanksi AS selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber utama ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama terkait sektor energi, perdagangan dan akses Iran terhadap sistem keuangan internasional.
Baca Juga: Iran Sindir Pakta Pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan
Jika tuntutan ini diterima, dampaknya akan jauh lebih luas daripada sekadar membuka kembali jalur pelayaran di Hormuz.
7. Aset Iran yang Dibekukan Harus Dilepaskan
Iran juga meminta Amerika Serikat melepaskan seluruh aset Iran yang saat ini tengah dibekukan.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari paket tuntutan ekonomi Teheran terhadap Washington.
Dengan demikian, Iran tidak hanya meminta penghentian tekanan baru, tetapi juga pemulihan akses terhadap aset yang sebelumnya telah dibekukan.
Selat Hormuz Jadi Kartu Tawar Iran
Tujuh tuntutan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Iran, Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran. Selat tersebut telah menjadi alat tawar dalam menghadapi Amerika Serikat.
Baca Juga: Presiden Iran Ungkap Sulit Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, Ini Penyebabnya
Hal itu terlihat dari pernyataan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Mohebi.
"Setiap kali Amerika menerima kondisi Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali," kata Mohebi.
Pada saat yang sama, Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kedua negara sudah sangat dekat untuk menyelesaikan negosiasi tersebut.
Namun, Araghchi menegaskan kesepakatan teknis itu tidak otomatis berarti Hormuz dibuka kembali.
Baca Juga: Sistem Air Minum di 12 Negara Bagian AS Diduga Diretas Hacker Pro-Iran
"Kesepakatan dengan Oman tentang rute tersebut tidak selalu berarti pembukaan kembali Selat Hormuz," katanya.
Perkembangan tersebut menjadi semakin penting, setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat mempertimbangkan mengakhiri perang dengan Iran tanpa terlebih dahulu mendapatkan kesepakatan nuklir.
Menurut laporan yang mengutip pejabat AS, Trump disebut bersedia mengambil jalan tersebut jika Iran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, jalan menuju kesepakatan menjadi lebih sulit setelah Iran mengajukan tuntutan pembayaran miliaran dolar, penarikan pasukan AS dari kawasan serta penghentian blokade laut.
Baca Juga: 2 Pengunggah Konten Prabowo soal Nuklir Iran Ditangkap, Istana: Tanyakan ke Polisi