JawaPos.com - Iran mulai membawa hasil perang dengan Amerika Serikat dan Israel ke level yang lebih luas. Teheran tidak hanya mengklaim Washington dan Tel Aviv gagal mencapai tujuan militernya, tetapi juga menyebut konflik tersebut sebagai bukti bahwa keberadaan pasukan asing menjadi sumber utama ketidakamanan di Timur Tengah.
Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran untuk urusan internasional, mengatakan perkembangan terbaru menunjukkan ketahanan militer Iran, keteguhan rakyatnya, serta keberanian kelompok-kelompok yang tergabung dalam Resistance Axis.
Menurut Velayati, hasil perang semakin memperkuat pandangan bahwa pasukan asing seharusnya meninggalkan kawasan Timur Tengah.
"Perkembangan terbaru mencerminkan ketahanan angkatan bersenjata, keteguhan warga Iran, dan keberanian Poros Perlawanan," tulis Velayati di X pada Sabtu (8/8).
"Kekalahan AS dan rezim Zionis memperkuat keyakinan bahwa pasukan asing - penyebab utama ketidakamanan - harus meninggalkan wilayah tersebut," tambahnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Iran berusaha menarik konsekuensi geopolitik yang lebih besar dari perang.
Bagi Teheran, konflik tidak semata-mata menjadi pertarungan antara Iran melawan AS dan Israel, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertanyakan kembali keberadaan kekuatan militer asing di kawasan.
Iran Dorong Negara Timur Tengah Ambil Kendali Keamanan
Velayati kemudian menawarkan kerja sama regional sebagai alternatif terhadap ketergantungan pada kekuatan militer dari luar kawasan.
Menurut dia, peningkatan kerja sama antarnegara Timur Tengah dapat menjadi kerangka baru untuk membangun keamanan regional.
"Menumbuhkan kerja sama antar negara-negara regional dapat mengamankan keamanannya," tulis Velayati dikutip dari Palestine Chronicle.
Gagasan tersebut menempatkan negara-negara di kawasan sebagai pihak yang dianggap paling berkepentingan sekaligus paling berhak menentukan arsitektur keamanan Timur Tengah.
Dengan pendekatan itu, Iran berupaya mendorong gagasan bahwa stabilitas kawasan seharusnya dibangun melalui koordinasi negara-negara regional, bukan melalui kehadiran militer Amerika Serikat maupun kekuatan asing lainnya.
Pernyataan Velayati muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Amerika Serikat dan Israel gagal mencapai tujuan utama mereka dalam perang.
Baca Juga: IRGC Sebut AS dan Israel Gagal Menangkan Perang, Tujuan Utama di Iran Tak Tercapai
IRGC menilai tekanan militer yang dilancarkan kedua negara tidak berhasil mematahkan ketahanan Iran. Teheran juga mengklaim upaya perang informasi untuk memisahkan masyarakat Iran dari sistem politiknya tidak mencapai hasil yang diharapkan.
IRGC bahkan menyebut perang justru memperlihatkan perpecahan di antara sekutu Barat dan mempercepat penurunan posisi Amerika Serikat dan Israel dalam percaturan internasional.