← Beranda
IRGC Sebut AS dan Israel Gagal Menangkan Perang, Tujuan Utama di Iran Tak Tercapai
Rian AlfiantoMinggu, 9 Agustus 2026 | 15.22 WIB
Penasihat militer senior Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, dalam sebuah wawancara televisi. (Palestine Chronicle).

 

 

JawaPos.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menilai Amerika Serikat dan Israel telah gagal mencapai tujuan utama mereka dalam perang melawan Iran. Teheran justru mengklaim konflik tersebut memperlihatkan keterbatasan kekuatan militer kedua negara, sekaligus memperburuk posisi mereka di mata internasional.

IRGC menyebut tekanan militer yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv tidak berhasil mematahkan ketahanan Iran. Upaya perang informasi untuk memisahkan masyarakat Iran dari sistem politik negara tersebut pun juga diklaim gagal.

Menurut IRGC, hasil perang bahkan memicu perpecahan di antara sekutu Barat dan mempercepat apa yang mereka sebut sebagai kemerosotan posisi Amerika Serikat dan Israel di tingkat internasional.

Pernyataan itu menjadi bagian dari narasi Teheran dalam menggambarkan hasil konflik sebagai kegagalan strategi Washington dan Tel Aviv, meski sejumlah klaim Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

IRGC Sebut Tujuan Perang AS dan Israel Gagal

Dilansir via Palestine Chronicle, IRGC menegaskan Amerika Serikat dan Israel tidak berhasil memenangkan perang sesuai tujuan yang mereka tetapkan.

Menurut kelompok tersebut, Washington dan Tel Aviv tidak hanya mengandalkan serangan militer. Keduanya juga disebut berupaya memanfaatkan perang informasi untuk menciptakan jarak antara rakyat Iran dengan sistem politik negara itu.

IRGC mengklaim strategi tersebut tidak membuahkan hasil karena media yang mereka sebut sebagai 'revolutionary media' mampu menghadapi kampanye disinformasi yang berlangsung selama konflik.

Teheran bahkan menyatakan perkembangan perang pada akhirnya membuat sejumlah media asing mengakui kegagalan strategi militer Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran.

Klaim tersebut memperlihatkan bahwa bagi Iran, ukuran keberhasilan perang tidak hanya ditentukan oleh kerusakan militer yang ditimbulkan, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan stabilitas politik dan dukungan publik di dalam negeri.

Selain itu, narasi kegagalan Amerika Serikat juga diperkuat dengan klaim bahwa Washington sempat menyiapkan operasi darat di Iran.

Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran, mengatakan Iran berhasil menggagalkan rencana tersebut.

Rezaei menyebut kegagalan itu berkaitan dengan kesalahan perhitungan para komandan di US Central Command.

Menurut dia, salah satu bagian dari rencana tersebut adalah serangan terhadap jembatan-jembatan di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Serangan itu disebut bertujuan memutus wilayah pesisir dari kawasan pedalaman Iran sebelum operasi yang lebih luas dilakukan.

IRGC juga berusaha menunjukkan bukti fisik yang diklaim memperkuat narasi keberhasilan pertahanan Iran.

Pada Jumat (8/8), IRGC memamerkan sejumlah puing yang disebut berasal dari pesawat, drone, dan rudal Amerika Serikat serta Israel yang ditembak jatuh selama perang.

Salah satu yang dipamerkan adalah komponen yang diidentifikasi sebagai bagian dari jet tempur F-15 Amerika Serikat. Dalam tayangan televisi pemerintah Iran, terlihat benda yang disebut sebagai kursi lontar pilot, bagian kanopi, dan potongan ekor pesawat.

Baca Juga: Israel Bersikeras Ganggu Upaya Damai AS-Iran, Netanyahu Ancam Bertindak Sepihak

Pameran itu juga mencakup puing yang dikaitkan dengan sejumlah pesawat militer AS dan Israel, drone, serta rudal yang menurut Iran berhasil dicegat.

Namun, identifikasi seluruh puing tersebut dan klaim mengenai pesawat yang ditembak jatuh belum dapat diverifikasi secara independen.

 

EDITOR: Kuswandi