← Beranda
Presiden Iran Ungkap Sulit Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, Ini Penyebabnya
Rian Alfianto• Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13.43 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, saat ini berlangsung sangat sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi keamanan yang masih belum stabil setelah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang membuat Khamenei hampir tidak pernah muncul di hadapan publik.

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa keberadaan Mojtaba Khamenei tetap menjadi sumber kekuatan penting bagi pemerintah Iran. Ia juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut hubungan pemimpin tertinggi dengan para pejabat negara sedang bermasalah.

Baca Juga: Guru Besar IPB Sarankan BGN Buat Menu Lokal MBG, Low Budget Hanya Rp 7.000

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, tetapi bagaimanapun juga, kehadirannya menjadi sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus melanjutkan perjuangan," kata Pezeshkian dikutip dari France24.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penjelasan paling terbuka dari pejabat tinggi Iran mengenai kondisi Mojtaba Khamenei sejak ia mengambil alih jabatan sebagai pemimpin tertinggi.

Mojtaba Khamenei diketahui mengalami luka dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang besar di Timur Tengah.

Dalam serangan yang sama, ayahnya sekaligus mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Sejak resmi menggantikannya, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik.

Hingga kini, komunikasi Mojtaba kepada masyarakat lebih banyak dilakukan melalui pernyataan tertulis. Minimnya kemunculan publik di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya maupun hubungannya dengan elite pemerintahan Iran.

Baca Juga: Resep Daging Sengkel Pedas Manis: Jadi Menu Favorit Keluarga!

Spekulasi tersebut semakin menguat setelah Mojtaba tidak menghadiri prosesi pemakaman ayahnya bulan lalu. Ketidakhadirannya memicu berbagai dugaan, termasuk soal dinamika politik di lingkaran kekuasaan Teheran.

Namun, Pezeshkian membantah anggapan bahwa hubungan pemerintah dengan pemimpin tertinggi sedang bermasalah. Ia menegaskan masih dapat menggelar pertemuan yang produktif dengan Mojtaba Khamenei.

Menurutnya, setiap pertemuan berlangsung dengan suasana yang baik dan penuh pertimbangan rasional.

"Saya telah mengadakan pertemuan yang produktif dengannya dan selalu disambut dengan kebaikan serta logika yang sangat kuat," ujar Pezeshkian.

Ia juga menilai berbagai informasi yang berkembang mengenai Mojtaba Khamenei tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

"Sayangnya, situasi saat ini memberi ruang bagi pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkannya secara berbeda dan membentuk citra yang tidak sesuai dengan kenyataan," kata Pezeshkian.

Baca Juga: Resep Tumis Kangkung Sambal Teri, Menu Rumahan Pedas Gurih yang Bikin Nambah Nasi

Pernyataan Presiden Iran itu muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan pemimpin tertinggi Iran tersebut akan kembali tampil di depan publik, sementara konflik dan dinamika politik kawasan masih terus menjadi sorotan dunia.

EDITOR: Bintang Pradewo