JawaPos.com - Penyelidikan kasus penembakan di Debsirin Nonthaburi School, Thailand, mengungkap temuan baru. Polisi menduga pelaku yang merupakan siswa berusia 15 tahun terpapar konten mengenai penembakan sekolah dan pelaku penembakan massal sebelum melancarkan aksi brutal yang menewaskan tujuh orang.
Dari hasil pemeriksaan komputer milik pelaku, penyidik menemukan riwayat tontonan YouTube berisi video-video tentang penembakan sekolah di luar negeri dan pelaku penembakan massal. Polisi juga menemukan tautan permainan Roblox yang berkaitan dengan penggunaan senjata api.
Meski demikian, pihak berwenang belum menyimpulkan bahwa konten tersebut menjadi penyebab langsung penembakan. Polisi masih mendalami apakah riwayat pencarian itu memiliki keterkaitan dengan aksi yang dilakukan pelaku.
Video Diakses Sepekan Sebelum Penembakan
Dilansir dari Khaosodenglish, penyidik mengungkapkan video-video tersebut diakses pada 30 Juli 2026, lebih dari sepekan sebelum insiden penembakan yang terjadi pada Jumat (7/8).
Temuan itu diperoleh saat polisi menggeledah rumah pelaku di Distrik Bang Bua Thong, Nonthaburi, setelah penembakan di sekolah.
Di rumah tersebut, petugas juga menemukan dua jenazah yang diduga merupakan kakek dan nenek pelaku, masing-masing berusia 73 dan 74 tahun.
Menurut hasil penyelidikan awal, pelaku diduga menggunakan pistol 9 mm milik kakeknya untuk menembak mati kedua lansia tersebut pada dini hari sebelum berangkat ke sekolah dan melakukan penembakan.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif di balik pembunuhan di rumah dan penembakan di sekolah.
Tewaskan Tujuh Orang di Sekolah
Aksi penembakan di Debsirin Nonthaburi School menewaskan tujuh orang, terdiri atas tiga guru, tiga siswa, dan pelaku, sementara 15 orang lainnya mengalami luka-luka.
Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letkol Trirong Phophan, sebelumnya mengatakan pelaku termasuk di antara korban tewas.
"Pelaku penembakan diduga merupakan seorang siswa dan termasuk di antara tujuh orang yang tewas. Sebanyak 15 orang lainnya mengalami luka-luka," kata Trirong kepada Reuters.
Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong juga mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia terdiri dari guru dan siswa.