JawaPos.com - Fakta baru terungkap dalam tragedi penembakan di Debsirin Nonthaburi School, Provinsi Nonthaburi, Thailand. Polisi menduga pelaku tidak hanya melakukan aksi penembakan di sekolah yang menewaskan tujuh orang, tetapi juga lebih dahulu membunuh dua anggota keluarganya di rumah sebelum menuju lokasi kejadian.
Dugaan tersebut membuat kasus ini berkembang dari penembakan massal menjadi penyelidikan atas serangkaian pembunuhan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif pelaku, yang telah diidentifikasi sebagai seorang siswa.
Penembakan di sekolah itu sendiri menewaskan tiga guru, tiga siswa, dan pelaku, sementara 15 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Update Korban Penembakan Sekolah di Thailand: 8 Orang Tewas, 3 Guru dan 3 Siswa Jadi Korban
Diduga Bunuh Kakek dan Nenek Sebelum Berangkat ke Sekolah
Setelah menerima laporan penembakan di sekolah, polisi mendatangi rumah pelaku yang berada di kawasan Soi Wat Lat Pla Duk. Di lokasi tersebut, petugas menemukan dua jenazah yang diduga merupakan kakek dan nenek pelaku.
Kepolisian kini masih melakukan identifikasi terhadap kedua korban sekaligus menyelidiki penyebab pasti kematian mereka untuk memastikan keterkaitannya dengan aksi penembakan di sekolah.
Ayah pelaku juga telah datang ke Debsirin Nonthaburi School dan sedang dimintai keterangan oleh penyidik guna membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.
Hingga saat ini, motif pelaku masih dalam penyelidikan. Demikian dikutip dari Khaosodenglish.
Baca Juga: Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan 7 Orang, Pelaku Siswa Bunuh Diri
Aksi Penembakan Picu Kepanikan
Insiden penembakan terjadi pada Jumat (7/8) di Debsirin Nonthaburi School, yang berada di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, di pinggiran barat laut Bangkok.
Seorang saksi mata mengatakan pelaku mengenakan pakaian olahraga berwarna ungu saat melepaskan puluhan tembakan di dalam area sekolah.
Kepanikan pun terjadi ketika para siswa berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri, sementara korban luka dievakuasi menggunakan ambulans.
Seorang siswa berusia 18 tahun mengaku awalnya mengira suara yang didengarnya berasal dari petasan.
"Saya tidak berpikir itu suara tembakan pada awalnya. Ada banyak suara, bang bang bang. Lalu sempat hening, kemudian terdengar lagi," ujarnya kepada Reuters.
Diberitakan sebelumnya, juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letkol Trirong Phophan, mengatakan pelaku termasuk dalam tujuh korban tewas akibat penembakan tersebut.
"Pelaku penembakan diduga merupakan seorang siswa dan termasuk di antara tujuh orang yang tewas. Sebanyak 15 orang lainnya mengalami luka-luka," kata Trirong kepada Reuters.
Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong juga mengkonfirmasi bahwa korban meninggal terdiri dari guru dan siswa.