JawaPos.com — Persaingan teknologi antara Tiongkok dan negara-negara Barat memasuki wilayah yang semakin luas. Bukan hanya semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), atau perangkat telekomunikasi, perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak dan menyalin dokumen kini ikut dipandang dari sudut keamanan nasional.
Dilansir dari Global Times, Kamis (6/8/2026), Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM) pada Rabu (5/8/2026) memulai penyelidikan terhadap peralatan kantor impor yang memiliki fungsi mencetak dan menyalin serta menggunakan perangkat lunak sistem buatan pihak asing.
MOFCOM menyebut langkah tersebut sebagai “penyelidikan keamanan nasional pertama Tiongkok dalam perdagangan luar negeri sekaligus menandai perluasan perhatian Beijing terhadap teknologi asing yang tertanam dalam barang impor.”
MOFCOM mendefinisikan perangkat lunak tersebut sebagai perangkat lunak penggerak (driver) dan perangkat lunak tertanam (embedded software) yang dikembangkan, diuji, atau dipelihara oleh individu maupun entitas asing. Dengan demikian, pemeriksaan tidak berhenti pada perangkat keras, tetapi juga menyasar lapisan perangkat lunak yang menjalankannya.
Secara hukum, MOFCOM memiliki kewenangan menyelidiki persoalan perdagangan luar negeri yang menyangkut kepentingan keamanan nasional, baik sendiri maupun bersama departemen terkait di bawah Dewan Negara.
Dasarnya adalah Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri Tiongkok. Kementerian menyatakan peralatan cetak dan salin impor dengan perangkat lunak sistem asing “dapat memengaruhi kepentingan keamanan nasional dalam perdagangan luar negeri”.
Dalam penyelidikan, otoritas akan menilai sejumlah aspek, termasuk kondisi impor atas produk yang diperiksa serta dampak barang, teknologi, dan jasa perdagangan luar negeri terhadap kepentingan keamanan nasional Tiongkok.
Pemerintah juga dapat mempertimbangkan dampak kebijakan dan langkah yang diterapkan pemerintah asing terhadap kepentingan keamanan nasional tersebut. Artinya, Beijing menempatkan teknologi asing bukan semata sebagai komponen komersial, tetapi sebagai bagian dari risiko yang perlu dievaluasi dalam rantai perdagangan.
Langkah itu muncul ketika hubungan perdagangan dan teknologi Tiongkok-Amerika Serikat kembali mengalami tekanan. Reuters melaporkan penyelidikan perangkat kantor tersebut sebagai salah satu respons Beijing terhadap sejumlah tindakan terbaru Washington, meskipun pengumuman penyelidikan tidak menyebut Amerika Serikat atau perusahaan tertentu.
Pada saat yang sama, Tiongkok juga memperketat pengawasan ekspor drone dan teknologi terkait ke Amerika Serikat serta membatasi keterlibatan lembaga AS dalam inspeksi sertifikasi pabrik di Tiongkok.
Menurut Alfredo Montufar-Helu, direktur pelaksana organisasi konsultan Ankura China yang berbasis di Beijing, rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan respons Beijing terhadap tekanan teknologi dari Washington. “Ini merupakan langkah pembalasan dan sama sekali tidak mengejutkan,” kata Montufar-Helu kepada Reuters. Menurutnya, Beijing telah memperkuat kebijakan tandingan selama beberapa bulan terakhir.
Namun, penyelidikan ini belum berarti pelarangan terhadap produk atau perusahaan asing. Otoritas Tiongkok menyatakan proses akan dilakukan berdasarkan hukum dengan tetap melindungi hak dan kepentingan seluruh pihak terkait. Hasil akhirnya, menurut MOFCOM, akan ditetapkan secara objektif dan tidak memihak berdasarkan temuan penyelidikan, sekaligus untuk melindungi kepentingan sah industri domestik dan keamanan nasional Tiongkok.
Penyelidikan tersebut akan berlangsung paling lama 12 bulan sejak keputusan pembukaannya diumumkan, meskipun jangka waktu itu dapat diperpanjang dalam keadaan khusus. Bagi perusahaan global, perkembangan ini menunjukkan bahwa risiko perdagangan kini semakin berkaitan dengan asal-usul perangkat lunak yang tertanam dalam produk.
Montufar-Helu mengatakan, “Beijing dan Washington terus memilih langkah-langkah yang terukur dan terarah, bukan tindakan yang menyeluruh,” yang mengindikasikan kedua pihak masih berupaya mencegah ketegangan berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas.
Pada akhirnya, Penyelidikan ini menempatkan perangkat lunak sistem asing sebagai bagian dari pemeriksaan keamanan perdagangan Tiongkok. Bagi produsen dan pemasok global, hasil penyelidikan dalam 12 bulan ke depan akan menentukan bagaimana Beijing menilai perangkat kantor impor yang menggunakan teknologi asing, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap kepentingan industri domestik dan keamanan nasional.