JawaPos.com – Iran menyatakan telah memanfaatkan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan militernya secara maksimal.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (6/8), Otoritas militer Iran menegaskan bahwa berbagai langkah dilakukan guna mempercepat pemulihan sistem pertahanan, meningkatkan produksi persenjataan, serta memperkuat kesiapan tempur.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari antisipasi apabila perundingan dengan Amerika Serikat kembali mengalami kebuntuan.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan masa gencatan senjata dimanfaatkan untuk memasukkan perlengkapan baru ke dalam angkatan bersenjata, memperbaiki sistem yang rusak, serta mengembangkan teknologi pertahanan.
Akraminia juga mengungkapkan bahwa Iran telah menggunakan drone generasi baru dalam operasi militer, meski rincian spesifikasinya belum dipublikasikan. Menurutnya, seluruh proses tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Majid Ebn-e Reza, sebelumnya menyatakan bahwa produksi rudal dan drone tetap berlangsung tanpa henti selama masa gencatan senjata.
Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Mohebbi, mengklaim kapasitas produksi rudal meningkat dan tingkat akurasinya terus mengalami penyempurnaan berdasarkan pengalaman di medan tempur.
Namun, pemerintah Iran belum mengungkapkan jumlah persediaan rudal maupun tingkat kerusakan fasilitas militernya.
Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung melalui sejumlah mediator, Iran menegaskan bahwa penguatan sektor pertahanan tetap menjadi prioritas utama.
Sejumlah pejabat militer juga menyatakan infrastruktur rudal dan drone nasional tetap mampu beroperasi meski mendapat tekanan dari serangan selama konflik berlangsung.
Iran menilai peningkatan kemampuan militer tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kesiapan pertahanan sekaligus memperkuat posisi dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan.
***