← Beranda
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Selat Hormuz Berpeluang Segera Dibuka Lagi
Rian AlfiantoKamis, 6 Agustus 2026 | 04.08 WIB
Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran menunjukkan perkembangan yang positif. Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, dapat segera tercapai.

Jika tercapai, pembukaan kembali Selat Hormuz diyakini akan memulihkan arus perdagangan energi global, meredakan gejolak pasar, sekaligus membuka jalan bagi pembahasan yang lebih luas mengenai program nuklir Iran dan upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (4/8) malam, Trump mengatakan para mediator telah mencatat kemajuan dalam perundingan, meski menurutnya Iran belum secara terbuka mengakui perkembangan tersebut.

Baca Juga: KPK Duga Ada Pejabat Kemenhut Selain Raja Juli Antoni Terima SGD 12.500 dari Bupati Kuansing

"Kami melakukan diskusi yang sangat baik. Mereka tidak suka mengakui itu," kata Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa sejumlah mitra Amerika Serikat di Timur Tengah sempat meminta Washington menunda rencana serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Mereka menilai jalur diplomasi masih layak diberi kesempatan terakhir sebelum konflik kembali meningkat.

Sejumlah laporan awal menyebutkan Iran dan Oman mulai mengerucutkan skema pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam rancangan tersebut, kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia akan melintasi jalur yang berada di bawah kendali Iran, sementara jalur keluar akan melewati perairan yang dikelola Oman.

Para mediator berharap mekanisme tersebut mampu mengembalikan lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz ke kondisi normal. Jalur ini selama ini menjadi salah satu titik paling vital bagi distribusi minyak dunia sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi pasokan energi dan harga minyak global.

Baca Juga: Mengenal Gunung Piramid di Bondowoso, Punya Jalur Punggung Naga yang Indah Tapi Berbahaya

Meski optimistis terhadap hasil negosiasi, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Iran apabila kembali membatalkan kesepakatan.

"Selat itu akan segera dibuka, atau [Iran] akan terpukul sangat keras - dan kemudian selat itu akan dibuka," ujar Trump.

Ia juga menegaskan bahwa kesempatan kali ini merupakan peluang terakhir bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan jangka panjang dengan Amerika Serikat.

"Jika mereka mundur lagi, mereka akan terpukul sangat keras. Mereka tahu itu, mereka mengerti itu," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan membawa konsekuensi besar bagi Iran.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, itu akan terlalu buruk," imbuhnya.

Baca Juga: Hidup Miskin di Awal! 6 Weton Ini Diramal Jadi Sultan Saat Usia Senja, Rezeki Mengalir Deras

Sebagai informasi, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Trump memerintahkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari dengan alasan mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir.

Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz, langkah yang langsung mengguncang pasar energi global dan menunjukkan bahwa Teheran masih memiliki pengaruh strategis terhadap jalur perdagangan minyak dunia.

Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus diwarnai siklus eskalasi militer dan upaya diplomasi. Pembukaan kembali Selat Hormuz kini dipandang sebagai langkah awal yang penting untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka ruang negosiasi yang lebih luas.

Baca Juga: Terlahir Dari Mahkota Tak Kasat Mata! 6 Weton Sakti yang Ditakdirkan Hidup dalam Kemewahan

Optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan turut disambut positif oleh pelaku pasar. Bursa saham Amerika Serikat menguat pada Selasa setelah muncul laporan mengenai peluang dibukanya kembali Selat Hormuz melalui jalur diplomasi.

EDITOR: Bintang Pradewo