JawaPos.com - Rusia mengkonfirmasi kalau sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak-anak, tewas dan 40 lainnya terluka setelah sebuah drone menghantam kawasan pantai wisata di Gelendzhik, wilayah Krasnodar, Rusia, pada Senin (3/8).
Pemerintah Rusia menuduh serangan tersebut merupakan aksi yang disengaja oleh Ukraina untuk menyerang warga sipil.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.
Kyiv selama ini menegaskan tidak secara sengaja menargetkan warga sipil dalam perang yang telah berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 4 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuan
Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi Reuters memperlihatkan sebuah drone menghantam area pantai yang dipenuhi pengunjung di dekat kota resor Gelendzhik. Ledakan besar terdengar sesaat setelah benda itu menghantam lokasi.
Gubernur Wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, menyebut insiden tersebut sebagai sebuah tragedi. Ia menuding serangan dilakukan secara sengaja terhadap masyarakat sipil yang tidak memiliki kaitan dengan fasilitas militer.
"Apa yang terjadi hari ini adalah serangan yang disengaja oleh rezim Kyiv terhadap penduduk sipil, yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan infrastruktur militer," kata Veniamin Kondratyev dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram.
Sebelumnya, Kondratyev sempat menyebut adanya pecahan drone yang jatuh di lokasi. Istilah tersebut umumnya digunakan ketika sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat drone lawan. Namun hingga kini belum dipastikan apakah drone tersebut sempat dialihkan oleh sistem pertahanan udara sebelum akhirnya menghantam kawasan pantai.
Puluhan Korban Dievakuasi, Sembilan Orang Kritis
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 4 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Pemerintah daerah mengirim tim medis penanggulangan bencana ke lokasi ledakan yang berada di kawasan wisata Arkhipo-Osipovka, bagian dari resor Gelendzhik.
Kementerian Kesehatan Rusia menyatakan 21 korban, termasuk tiga anak-anak, telah dilarikan ke rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang dilaporkan berada dalam kondisi serius dan masih menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, seperti dikutip kantor berita negara TASS, menuduh Ukraina menggunakan metode terorisme dalam serangan tersebut.
Tuduhan itu muncul tidak lama setelah Rusia bulan lalu juga menyalahkan pasukan Ukraina atas serangan di sebuah kamp liburan di wilayah Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia. Moskow mengklaim insiden tersebut menewaskan 11 orang, termasuk empat anak-anak.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 4 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Serangan Jarak Jauh Ukraina Meningkat
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia. Sasaran utamanya disebut meliputi kilang minyak, gudang logistik, dan fasilitas pendukung lainnya yang dinilai memiliki nilai strategis.
Pemerintah Ukraina menyatakan serangan tersebut bertujuan membuat Rusia merasakan dampak langsung dari perang yang berlangsung lebih dari empat tahun.
Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai kota di Ukraina, termasuk Kyiv.
Konflik berkepanjangan ini telah menewaskan ribuan warga sipil, dengan sebagian besar korban berasal dari pihak Ukraina akibat serangan Rusia.
Perang Rusia-Ukraina hingga kini masih berlangsung tanpa tanda-tanda akan segera berakhir, sementara kedua pihak terus saling melancarkan serangan jauh ke wilayah lawan.