← Beranda
Hamas Sebut Eskalasi serangan ke Gaza Upaya Gagalkan Gencatan Senjata
AntaraSenin, 3 Agustus 2026 | 17.20 WIB
Ilustrasi atribut bendera Hamas. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Hamas menuding Israel sengaja meningkatkan serangannya ke Jalur Gaza. Hal ini dinilai untuk menggagalkan kesepahaman yang tercapai bersama mediator dan Amerika Serikat, terkait implementasi tahap baru kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataannya, kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan bahwa serangan militer zionis sejak Minggu pagi telah menewaskan lebih dari 18 warga Palestina dan menghabisi satu keluarga penuh.

Pengeboman tersebut merupakan "eskalasi yang disengaja oleh penjahat perang Netanyahu untuk mengganggu kesepahaman yang tercapai dengan mediator, termasuk pemerintah AS, untuk merampungkan implementasi kesepakatan gencatan senjata," kata Hamas dilansir dari Antara, Senin (3/8).

Hamas menyerukan agar mediator dan penjamin gencatan senjata untuk "menunaikan tanggung jawabnya", mengutuk serangan Israel, dan "segera" menekan Israel agar menghentikan serangan dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Dengan menyebut serangan Israel sebagai "kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan", Hamas menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum dan memastikan rezim zionis Israel bertanggung jawab atas perbuatannya.

Mereka juga mendesak langkah-langkah diambil untuk melindungi warga Palestina yang semakin rentan akibat "ancaman genosida dan pengusiran".

Jumat lalu, Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan bahwa tahapan selanjutnya dari gencatan senjata di Gaza sudah dapat dilaksanakan.

Baca Juga: Bantah Klaim Trum, Hamas Tegaskan Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Mereka memastikan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci terkait proses tersebut.

Akan tetapi, rezim zionis Israel masih belum menyampaikan tanggapan resmi akan perkembangan ini.

EDITOR: Kuswandi