JawaPos.com - Penembakan terjadi di restoran cepat saji In-N-Out Burger di Twin Falls, Idaho, Amerika Serikat, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya, termasuk sejumlah korban yang dilaporkan dalam kondisi kritis. Polisi juga menemukan jenazah terduga pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Juru bicara informasi publik Kota Twin Falls, Josh Palmer, mengatakan pihak berwenang masih berupaya memberi tahu keluarga para korban sebelum identitas mereka diumumkan. Karena proses tersebut belum selesai, nama, usia, serta rincian lain mengenai korban belum dirilis. Polisi juga belum memastikan apakah terduga pelaku termasuk dalam jumlah korban tewas yang telah diumumkan.
Dilansir dari ABC News, Minggu (2/8/2026), Kepala Kepolisian Twin Falls Matthew Hicks mengatakan identitas serta motif terduga pelaku masih diselidiki. Polisi menerima laporan mengenai tembakan di restoran di Blue Lakes Boulevard sekitar pukul 14.29.
"Kami yakin ancaman terhadap masyarakat telah berakhir," kata Hicks, seraya menggambarkan lokasi kejadian sebagai situasi yang "sangat kacau."
Sementara itu, dilansir dari NPR, Minggu (2/8/2026), penyidik masih mewawancarai saksi yang berada di sekitar restoran. Lokasi tersebut berada di kawasan pusat perbelanjaan yang ramai dan diperkirakan terdapat ratusan orang di area itu ketika penembakan berlangsung. Polisi sebelumnya meminta masyarakat menjauh dari kawasan tersebut selama proses penanganan dan penyelidikan berlangsung.
Kesaksian warga menunjukkan bagaimana kepanikan menyebar dengan cepat. Lane Koehn, 34 tahun, mengatakan dirinya berada di lampu lalu lintas dekat restoran ketika melihat seseorang membawa senapan bergaya AR keluar dari jalur layanan tanpa turun dari kendaraan.
Seorang pria yang membawa pistol kemudian menembaki pelaku. Koehn juga melihat seorang pekerja In-N-Out menarik seorang pekerja lain yang mengalami luka tembak di bagian dada melintasi area parkir untuk menjauhkannya dari lokasi bahaya.
Koehn, pekerja tersebut, dan pria yang membawa pistol kemudian tetap berada di lokasi hingga paramedis datang.
"Kondisinya cukup parah, tetapi saya tidak tahu. Saya berharap dia selamat," kata Koehn.
Ia juga mengatakan polisi memintanya mengungsi karena penembakan saat itu masih berlangsung. Menurut pengamatannya, setidaknya tiga atau empat tembakan terdengar, sementara belum jelas apakah pelaku menargetkan orang tertentu.
Rekaman video yang dibuat pengemudi dari seberang jalan turut memperlihatkan seseorang yang tampak mengenakan pakaian hitam berjalan menuju sebuah mobil putih sambil membawa senapan laras panjang.
Orang tersebut membuka pintu pengemudi, membuka bagasi, lalu meraih sesuatu di dalamnya. Pengemudi yang merekam kejadian itu kemudian segera meninggalkan lokasi karena khawatir orang tersebut sedang mengambil senjata lain. Polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut.
Kepanikan juga dialami Haley Dodaro (43), yang datang bersama ibunya untuk makan siang. Saat mengantre di jalur layanan kendaraan, ia melihat orang-orang berlari menyeberangi jalan dan pekerja restoran keluar berhamburan.
Baca Juga: Sejumlah Warga Terluka dalam Aksi Penembakan di Toledo, AS
Dodaro semula mengira terjadi kebakaran. Namun, seorang petugas pengatur lalu lintas kemudian memberitahunya bahwa ada penembak.
"Saat itulah kami tahu telah terjadi penembakan. Orang-orang berlari sambil menangis dan berteriak. Itu sangat menakutkan," ujarnya.
Sementara itu, di dalam restoran, Nayeli Rodriguez, 40 tahun, warga Burley, sedang menunggu makanan bersama putri-putrinya ketika mendengar suara tembakan dari arah dapur. Seorang pekerja kemudian memberi tahu bahwa terjadi penembakan dan meminta orang-orang berlindung.
Rodriguez mengatakan seorang pria lanjut usia berusaha melindungi dirinya dan anak-anaknya. Mereka termasuk kelompok terakhir yang berhasil keluar dari restoran.
"Kami berusaha pergi sejauh mungkin dan beberapa malaikat mengizinkan kami masuk ke mobil mereka," kata Rodriguez. Ia meninggalkan mobilnya di tempat parkir.
Para korban luka lalu dibawa ke St. Luke’s Magic Valley Medical Center. Juru bicara rumah sakit Taylor Marschner mengatakan fasilitas kesehatan tersebut "bekerja secara erat dengan penegak hukum dan petugas tanggap darurat" dalam menangani situasi.
ABC News juga melaporkan FBI mengetahui insiden tersebut dan menawarkan bantuan kepada aparat penegak hukum setempat.
Baca Juga: Penembakan di Universitas Brown Amerika Serikat, 2 Orang Tewas dan 9 Luka-luka