JawaPos.com – Ribuan migran dari Maroko terus melintasi perbatasan menuju wilayah Ceuta hingga Jumat (31/7) dini hari meski perbatasan dijaga oleh personel Angkatan Darat dan Guardia Civil Spanyol. Banyak dari mereka berlari memasuki kota tanpa mendapat hambatan dari aparat keamanan yang berjaga di sisi perbatasan Spanyol.
Seperti dilansir El Mundo, Jumat (31/7), arus kedatangan migran masih berlangsung sepanjang malam sehingga perbatasan Ceuta tetap menjadi jalur masuk bagi ribuan orang. Menurut laporan tersebut, aparat keamanan tidak melakukan tindakan untuk menghentikan mereka yang terus berdatangan.
Sejumlah migran bahkan menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada aparat saat berlari menuju pusat kota maupun kawasan El Príncipe yang berada dekat perbatasan. Sebagian dari mereka tampak tidak percaya dapat memasuki wilayah Spanyol dengan begitu mudah meski pengamanan diperketat.
Seorang pemuda yang baru memasuki wilayah Spanyol mengatakan dirinya mencintai Maroko, tetapi menginginkan perubahan di negaranya. Ia kemudian meneriakkan, "Saya mencintai Spanyol," sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan industri Polígono del Tarajal.
Di kawasan tersebut, sejumlah adegan dramatis terjadi pada dini hari. Beberapa migran yang tidak mengetahui arah jalan bahkan melompati tembok setinggi sekitar 15 meter, padahal lokasi tujuan sebenarnya dapat dicapai melalui jalan biasa.
Banyak migran bertanya kepada warga sekitar apakah mereka sudah benar-benar berada di wilayah Spanyol atau masih berada di Maroko. Mereka mengaku terkejut karena dapat melewati perbatasan tanpa menghadapi perlawanan meski pemerintah Spanyol telah mengerahkan pengamanan dalam jumlah besar.
Meski ribuan orang terus memasuki Ceuta, sebagian kecil migran memilih kembali ke Maroko dengan berenang melalui jalur pantai yang sama. Namun, jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan arus kedatangan yang terus berlangsung.
Ratusan anak di bawah umur menghabiskan malam dengan tidur di jalan-jalan kawasan Polígono del Tarajal. Mereka berbaring di atas kardus, plastik, bahkan langsung di atas aspal sambil menunggu bantuan makanan dan minuman.
Seorang anak berusia 13 tahun asal Tetouan bernama Mohamed mengaku datang bersama teman-temannya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ketika ditanya apakah ingin kembali ke Maroko, ia menjawab tidak dan mengatakan ingin menjadi warga negara Spanyol karena menurutnya di negaranya hanya ada kelaparan.
Di antara kelompok anak-anak tersebut juga terdapat anak-anak yang berasal dari kota-kota lain di Maroko, seperti Casablanca dan Rabat. Seorang anak berusia 10 tahun bernama Adam mengatakan mereka datang menggunakan bus dan taksi bersama.
Situasi di Ceuta sepanjang malam digambarkan sangat kacau. Ratusan orang tidur di taman, bangku umum, hingga area pom bensin, sementara sejumlah warga melaporkan adanya aksi pencurian meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Banyak migran berjalan mengelilingi kota untuk mencari tempat mengisi daya telepon seluler, membeli makanan, atau menukarkan mata uang dirham ke euro. Sebagian di antaranya terlihat mengalami luka berdarah dan memar pada kaki, tangan, maupun lengan akibat perjalanan yang mereka tempuh.
Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun mendatangi wartawan sambil menunjukkan telapak tangan kanannya yang bertuliskan nama kawasan "Loma Colmenar". Ia mengatakan sedang mencari seseorang yang akan memberinya tempat berlindung sebelum kemudian pergi tanpa mengucapkan salam.
Sementara itu, dari perbukitan dekat perbatasan terlihat kepulan asap di wilayah Maroko. Menurut sejumlah warga yang diwawancarai El Mundo, pada malam sebelumnya terjadi kerusuhan di Castillejos yang diwarnai pembakaran kendaraan serta penyerangan terhadap beberapa pos militer penjaga pantai.
Hingga Jumat pagi, Guardia Civil telah menemukan jenazah 19 migran yang meninggal saat berusaha berenang menuju Ceuta. Dua penyelam masih melakukan pencarian korban lainnya di sekitar pemecah gelombang yang menjadi batas antara Maroko dan wilayah Ceuta, di tengah banyaknya pelampung yang ditinggalkan para migran setelah berhasil mencapai daratan.