JawaPos.com - Lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat. Data terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan sebanyak 37 negara bagian kini mengalami atau berpotensi mengalami peningkatan penularan virus.
Wilayah selatan Amerika menjadi kawasan dengan penyebaran yang paling menonjol. Negara bagian seperti Texas, Florida, Georgia, Alabama, Mississippi, Louisiana, Tennessee, North Carolina, dan South Carolina seluruhnya masuk dalam kategori 'Growing', yang berarti penularan diperkirakan sedang meningkat.
Tak hanya di kawasan selatan, sejumlah negara bagian dengan populasi besar juga memperlihatkan tren serupa. California, New York, Illinois, dan Michigan saat ini juga diklasifikasikan mengalami pertumbuhan penularan COVID-19.
Baca Juga: Roberto De Zerbi Buka Suara Tentang Masa Depan Lucas Bergvall di Tottenham
Sebaliknya, beberapa wilayah masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. CDC memperkirakan Arizona, New Mexico, Montana, Wisconsin, Pennsylvania, dan New Jersey belum mengalami perubahan berarti dalam tingkat penularan.
Temuan tersebut didasarkan pada model Current Epidemic Trends yang menggunakan angka reproduksi efektif (Rt) untuk memprediksi arah penyebaran COVID-19 di setiap negara bagian.
CDC menjelaskan bahwa model tersebut tidak menghitung jumlah kasus secara langsung. Sebaliknya, sistem ini digunakan untuk memperkirakan apakah penularan di suatu wilayah sedang meningkat, menurun, atau tetap stabil berdasarkan berbagai data pengawasan epidemiologi.
Menariknya, hingga pembaruan data pada 22 Juli, tidak ada satu pun negara bagian yang dikategorikan mengalami penurunan penularan COVID-19. Sebanyak 11 negara bagian masih berada dalam kondisi stabil, sementara beberapa wilayah lainnya belum memiliki data yang memadai untuk menghasilkan estimasi.
Perubahan tren ini menjadi sinyal bahwa aktivitas penyebaran COVID-19 di Amerika Serikat kembali meningkat setelah sempat melandai selama beberapa bulan terakhir, sehingga perkembangan situasi diperkirakan akan terus dipantau oleh otoritas kesehatan dalam beberapa pekan ke depan.