← Beranda
PM Jepang Sanae Takaichi Sampaikan Korban Tewas Gempa Kumamoto jadi 13 Orang
AntaraRabu, 29 Juli 2026 | 22.43 WIB
Foto udara memperlihatkan kerusakan pada AEON Mall setelah gempa bumi berkekuatan awal magnitudo 7,1 mengguncang Kashima di Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, pada 28 Juli 2026. (Kyodo)

JawaPos.com - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Pulau Kyushu, Prefektur Kumamoto, Jepang, terus bertambah. Hingga Rabu (29/7), pemerintah Jepang melaporkan jumlah korban tewas mencapai 13 orang, sementara proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pembaruan data korban dalam konferensi pers yang digelar di Tokyo. Pemerintah juga memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat penyelamatan warga yang masih berada di lokasi bencana.

"Per pukul 08.30 waktu setempat (06.00 WIB) jumlah korban tewas mencapai 13 orang," kata Takaichi dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu.

Selain memperbarui jumlah korban, Takaichi menegaskan pemerintah akan mengutamakan keselamatan masyarakat yang masih terdampak gempa. Proses evakuasi dan pencarian korban menjadi prioritas utama pemerintah Jepang.

PM Takaichi menyatakan pihak berwenang akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk segera mengevakuasi para korban.

Gempa M 7,1 Disusul Gempa Susulan

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu di wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7). Tidak lama berselang, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 6,1.

Rangkaian gempa itu memicu kewaspadaan tinggi di kawasan pesisir. Otoritas setempat kemudian mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang laut.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Jepang langsung membentuk satuan tugas khusus. Tim itu berada di bawah pusat penanganan krisis kantor perdana menteri untuk mengoordinasikan penanganan bencana dan proses evakuasi.

Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan Terjebak

Dampak gempa tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan. Salah satu insiden paling serius terjadi di sebuah pusat perbelanjaan yang dilaporkan ambruk.

Puluhan orang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan tersebut. Sementara itu, ratusan warga lainnya berhasil menyelamatkan diri sebelum kondisi bangunan semakin memburuk.

Pada Selasa sekitar pukul 18.00 waktu setempat atau 16.00 WIB, dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat terkait ledakan di Mall Aeon. Laporan FNN TV menyebutkan asap putih terlihat membumbung dari gedung setelah kejadian tersebut.

Rekaman udara yang disiarkan NHK memperlihatkan kerusakan signifikan pada bangunan pusat perbelanjaan itu. Sebagian tembok luar runtuh hingga hanya menyisakan kerangka besi, sementara struktur atap mengalami kerusakan berat dengan lubang besar yang terlihat dari udara.

Sejumlah laporan media juga menyebut lantai dua pusat perbelanjaan tersebut ambruk akibat guncangan gempa. Kondisi itu menyebabkan sejumlah pengunjung terjebak di bawah reruntuhan, sedangkan sekitar 200 orang lainnya berhasil dievakuasi dan menyelamatkan diri ke area lapangan parkir terdekat.

Hingga kini, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di bawah puing-puing bangunan. Pemerintah Jepang juga terus memantau perkembangan situasi seiring berlangsungnya operasi penyelamatan di berbagai lokasi terdampak gempa.

EDITOR: Edy Pramana