← Beranda
Maskapai AS Larang Robot Humanoid di Pesawat, United dan Delta Perketat Aturan Bagasi di Era Robotika
Mellyna Putri DiniarRabu, 29 Juli 2026 | 05.33 WIB
Robot humanoid yang kini dilarang dibawa dalam penerbangan United Airlines dan Delta Air Lines (Simple Flying)

 

JawaPos.com - Perkembangan robot humanoid yang semakin menyerupai manusia kini mulai menghadapi batas baru di industri penerbangan. United Airlines dan Delta Air Lines menjadi dua maskapai Amerika Serikat (AS) terbaru yang melarang penumpang membawa robot humanoid dalam penerbangan.

Kebijakan tersebut menandai perubahan cara maskapai menghadapi kemunculan teknologi baru yang sebelumnya belum sepenuhnya diatur dalam aturan penerbangan. Berbeda dengan perangkat elektronik biasa, robot humanoid memiliki ukuran, bentuk, kemampuan bergerak, serta sistem baterai yang menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pemeriksaan keamanan dan penanganan selama penerbangan.

Dilansir dari Simple Flying, Selasa (28/7/2026), United Airlines melarang pengangkutan robot humanoid dalam seluruh penerbangannya, termasuk sebagai barang bawaan, bagasi tercatat, maupun kargo. Sementara itu, Delta Air Lines menerapkan kebijakan serupa dengan melarang robot yang dirancang menyerupai atau meniru manusia maupun hewan berdasarkan tampilan, ukuran, gerakan, atau perilakunya. Delta menyatakan larangan tersebut bersifat sementara sehingga masih memungkinkan adanya perubahan kebijakan pada masa mendatang.

Baca Juga: Jurnalis Inggris Mulai Menyensor Liputan tentang Trump, Kekhawatiran Keselamatan Kian Batasi Kebebasan Pers

Langkah United Airlines dan Delta mengikuti keputusan Southwest Airlines yang sebelumnya memperbarui aturan setelah insiden viral ketika robot humanoid bernama Stewie melakukan perjalanan dalam penerbangan komersial. Robot setinggi sekitar 3,5 kaki itu dibawa dalam penerbangan dari Las Vegas menuju Dallas setelah pemiliknya membeli kursi khusus, sehingga memunculkan pertanyaan baru mengenai apakah robot harus dianggap sebagai penumpang, barang bawaan, atau peralatan khusus.

Pemilik Stewie, Aaron Mehdizadeh dari The Robot Studio, mengatakan keberadaan robot tersebut mendapat respons positif dari banyak penumpang. "Sebagian besar orang senang melihat robot itu dan keberadaannya memberikan banyak hiburan," ujarnya.

Namun, kasus tersebut juga memperlihatkan bahwa maskapai belum memiliki standar khusus untuk menangani perangkat yang berada di antara kategori elektronik, bagasi, dan peralatan khusus.

Selain Stewie, robot humanoid bernama Bebop juga sempat menyebabkan keterlambatan penerbangan Southwest karena awak kabin harus memastikan penempatan dan keamanan perangkat tersebut.

Setelah kejadian itu, Southwest memperjelas kebijakannya dengan menyatakan, "Maskapai Southwest Airlines tidak mengizinkan robot yang menyerupai manusia atau hewan untuk diangkut di kabin maupun sebagai bagasi tercatat, terlepas dari ukuran atau tujuan penggunaannya."

Bagi industri penerbangan, persoalan utama bukan hanya keberadaan robot humanoid di dalam pesawat, melainkan bagaimana perangkat tersebut harus diklasifikasikan dan ditangani. Robot dengan bentuk fisik yang menyerupai manusia memiliki bagian bergerak, ukuran tidak standar, serta baterai litium berkapasitas besar yang dapat memengaruhi proses pemeriksaan keamanan, penyimpanan, hingga prosedur evakuasi darurat.

Meski demikian, aturan baru tersebut tidak berlaku untuk seluruh jenis robot. Perangkat seperti robot penyedot debu, robot mainan, maupun perangkat elektronik kecil masih diperbolehkan selama memenuhi aturan ukuran dan ketentuan baterai yang ditetapkan regulator penerbangan. Pembatasan ini secara khusus ditujukan kepada robot yang memiliki karakteristik menyerupai makhluk hidup.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana kemajuan robotika mulai mendorong perubahan regulasi di berbagai sektor. Sebelumnya, maskapai telah menyesuaikan aturan terhadap koper pintar, papan seluncur listrik, dan perangkat berbaterai litium. Kini, robot humanoid menjadi tantangan baru karena menggabungkan teknologi canggih, mobilitas fisik, dan kemampuan interaksi yang semakin mendekati manusia.

Dengan semakin banyak perusahaan mengembangkan robot humanoid untuk sektor industri, layanan publik, dan hiburan, maskapai lain kemungkinan akan mengevaluasi kebijakan serupa. Untuk saat ini, United dan Delta memilih pendekatan pencegahan dengan melarang pengangkutan robot humanoid demi mengurangi ketidakpastian operasional sekaligus menjaga standar keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer

EDITOR: Candra Mega Sari