← Beranda
PM Baru Inggris Andy Burnham Sebut Siap Berseberangan dengan Trump Demi Kepentingan Nasional
Rian AlfiantoSenin, 27 Juli 2026 | 22.56 WIB
Perdana Menteri Inggris yang Baru, Andy Burnham. (Getty Image via Al-Jazeera).

 

JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) baru Inggris Andy Burnham menegaskan tidak akan ragu mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump apabila langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa hubungan London dan Washington di bawah kepemimpinannya tidak selalu akan berjalan seirama.

Sikap Burnham muncul di tengah sorotan terhadap dinamika hubungan kedua negara setelah dirinya resmi menggantikan Keir Starmer sebagai perdana menteri.

Meski pemerintahan Trump disebut masih membuka ruang kerja sama, Burnham menegaskan kepentingan Inggris akan selalu menjadi prioritas utama.

Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Minggu, Burnham mengakui perbedaan pandangan dengan Trump bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya tidak akan memiliki pandangan yang berbeda darinya (Trump), bahwa saya tidak perlu menyampaikan gagasan lain yang menurut saya benar bagi Inggris," kata Burnham.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi mengenai bagaimana arah hubungan Inggris dengan Amerika Serikat setelah pergantian kepemimpinan di Downing Street.

Saat ditanya apakah ia memercayai Trump, Burnham tidak memberikan jawaban secara langsung. Ia memilih menekankan bahwa situasi global terus berubah sehingga setiap kebijakan harus disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.

Menurut Burnham, seorang perdana menteri harus mengutamakan kepentingan negaranya di atas segala pertimbangan lain.

"Anda harus membela kepentingan nasional Anda sendiri di atas segalanya. Itulah yang harus dilakukan jika ingin menjalankan tugas ini dengan benar," ujarnya.

Sebelumnya, harian Daily Mail pada Jumat mengutip sumber yang dekat dengan Gedung Putih yang menyebut Trump masih bersedia memberikan kesempatan kepada Burnham.

Sumber tersebut mengatakan Trump akan 'mentoleransi' Burnham untuk sementara waktu, sembari berharap ia tidak menjadi perdana menteri Inggris terakhir selama masa jabatan Trump.

Komentar itu muncul bahkan sebelum Burnham resmi mengambil alih pemerintahan.

Pada Senin (27/7) , proses serah terima jabatan dari Keir Starmer kepada Andy Burnham resmi berlangsung, menandai dimulainya pemerintahan baru di Inggris.

Di dalam negeri, Burnham juga langsung menghadapi tekanan politik. Pemimpin Reform UK Nigel Farage sebelumnya menyerukan penyelenggaraan pemilihan umum setelah Burnham mengumumkan rencananya melakukan 'perubahan terbesar' terhadap politik dan perekonomian Inggris dalam empat dekade terakhir.

Baca Juga: PM Inggris Andy Burnham Siap Kritik Trump untuk Lindungi Kepentingan Nasional

Dengan berbagai tantangan tersebut, hubungan Burnham dengan Trump diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah diplomasi Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

 

EDITOR: Kuswandi