JawaPos.com - Sebuah markas Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Provinsi Gilan, Iran utara, dipastikan telah menjadi sasaran serangan Amerika Serikat pada Jumat (24/7) pagi.
"Pagi ini, markas Angkatan Laut IRGC di Zibakenar diserang oleh musuh AS, sehingga menyebabkan kerusakan pada peralatan yang ada di dalam kompleks tersebut," kata pejabat keamanan di Gilan, Ali Bagheri, sebagaimana dikutip kantor berita Mehr, dilansir dari Antara,
Otoritas setempat akan melakukan penyelidikan terhadap serangan tersebut, kata dia, sembari menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan AS itu.
Pada 18 Juni 2026 lalu, Teheran dan Washington menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Akan tetapi, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.
Komando Pusat AS berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Araghchi Ancam Trump Jika Berani Gunakan Aset Iran untuk Ganti Rugi Kapal di Selat Hormuz
Pasukan Iran pun merespons serangan AS dengan melancarakan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timteng.
Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran tak lagi berlaku.