← Beranda
Tentaranya Tewas karena Serangan Iran, Donald Trump Cari Kambing Hitam dan Salahkan Yordania
Rian Alfianto• Jumat, 24 Juli 2026 | 03.06 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Alex Brandon/AP)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Yordania setelah sejumlah tentara AS dilaporkan tewas akibat serangan Iran. Trump menilai insiden tersebut terjadi karena pengamanan di wilayah Yordania tidak berada di bawah kendali militer Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, Selasa. Dalam kesempatan tersebut, Trump secara terbuka menyalahkan Yordania atas keberhasilan serangan Iran yang menewaskan personel militer AS.

"Iran berhasil menyusupkan sesuatu melalui wilayah Yordania," kata Trump.

Baca Juga: Trump Gelontorkan Rp 89,6 Triliun untuk AI Sains, Ubah Arah Riset Federal AS

Ia kemudian menegaskan bahwa kejadian itu tidak akan terjadi apabila pengamanan dilakukan oleh pasukan atau personel Amerika Serikat.

"Hal itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel Amerika yang bertugas. Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, hasilnya tidak selalu berjalan baik," ujar Trump dikutip via Middle East Monitor.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, IRGC mengaku serangan itu menewaskan sejumlah tentara AS di Yordania sekaligus menghancurkan sebuah sistem radar. Iran juga mengklaim telah menyerang fasilitas milik perusahaan teknologi Amazon di Bahrain sebagai bagian dari operasi balasan atas serangan yang sebelumnya ditujukan kepada Iran.

Selain itu, IRGC menuding Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tidak mengungkap jumlah korban sebenarnya. Menurut mereka, Hegseth hanya menyebut para tentara yang tewas sebagai pahlawan tanpa menjelaskan total korban secara terbuka.

IRGC juga menyatakan bahwa pihak yang mereka sebut sebagai 'penjahat perang yang membunuh anak-anak tak berdosa' pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh masyarakat dunia.

Yordania Bantah Serangan Menimbulkan Korban

Di sisi lain, militer Yordania membantah adanya dampak besar dari serangan tersebut. Otoritas militer negara itu menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat tiga rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Senin malam.

Pencegatan dilakukan setelah terdengar ledakan keras di sejumlah wilayah Yordania. Seorang sumber militer mengatakan seluruh rudal berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.

Menurut pihak militer Yordania, insiden itu tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan material.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim Iran mengenai jumlah tentara Amerika Serikat yang tewas maupun kerusakan yang disebut terjadi di Yordania.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah