← Beranda
4 Tentara AS Tewas dalam Sepekan di Tengah Perang Iran, Pentagon Umumkan Dua Korban Terbaru
Rian AlfiantoKamis, 23 Juli 2026 | 16.44 WIB
Ilustrasi 4 tentara AS tewas dalam sepekan menyusul serangan balasan Iran ke markas militer AS di Timur Tengah. (ABC News).

 

 

JawaPos.com - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memakan korban di pihak militer AS. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan dua kematian terbaru prajuritnya di Timur Tengah, sehingga total personel militer Negeri Paman Sam yang tewas dalam sepekan terakhir kini mencapai empat orang.

Dua korban terbaru adalah Sersan Angel S. Rampersad, yang dinyatakan gugur setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat serangan rudal Iran di Yordania, serta Sersan Michael Emmanuel Swinton yang meninggal dunia saat proses penanganan drone serang Iran di Irak.

Rangkaian insiden ini menjadi salah satu kerugian terbesar yang dialami militer AS sejak konflik dengan Iran kembali memanas.

Sersan Angel S. Rampersad, 28 tahun, berasal dari Ozone Park, New York. Pentagon pada Selasa (21/7) mengkonfirmasi bahwa ia diyakini gugur dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania pada Jumat lalu.

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim penyelamat berhasil menemukan dan mengidentifikasi jasadnya di lokasi serangan.

Rampersad bergabung dengan Angkatan Darat AS pada Maret 2019 dan bertugas di Batalion 1 Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-57 yang bermarkas di Ansbach, Jerman. Ia menjalankan tugas sebagai spesialis pendukung operasi sinyal yang bertanggung jawab mengoperasikan serta memelihara sistem komunikasi militer.

Korban kedua, Sersan Michael Emmanuel Swinton, 30 tahun, meninggal pada Minggu lalu setelah proses peledakan terkendali terhadap drone serang Iran yang telah ditembak jatuh di Pangkalan Udara Erbil, Irak.

Mengutip BBC, Swinton berasal dari Fayetteville, North Carolina, dan bertugas di D Battery, Batalion 2 Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-55 di Fort Bragg. Ia mengemban tugas sebagai operator sistem peringatan dini yang berperan mendeteksi, melacak, dan melaporkan ancaman rudal maupun drone untuk melindungi pasukan AS.

Hingga kini penyebab pasti kematian Swinton masih diselidiki. Pentagon menyatakan investigasi masih berlangsung.

Meski peledakan terkendali merupakan prosedur standar untuk menjinakkan bahan peledak berbahaya, insiden fatal dalam proses tersebut tergolong jarang terjadi.

Angkatan Darat AS juga memastikan Swinton akan menerima kenaikan pangkat anumerta menjadi staf sersan.

Bertambahnya korban jiwa memunculkan sorotan terhadap keamanan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Meski pasukan AS memiliki sistem pertahanan udara canggih untuk mencegat rudal dan drone Iran, perlindungan terhadap fasilitas tempat tinggal dan area kerja personel dinilai masih memiliki keterbatasan.

Sebagian besar pangkalan AS di kawasan tersebut masih menggunakan bangunan di atas permukaan tanah berbahan ringan seperti trailer dan kontainer yang hanya diperkuat dinding beton atau karung pasir.

Infrastruktur seperti itu pada awalnya dirancang untuk menghadapi serangan mortir, roket, maupun bom kendaraan, bukan serangan langsung menggunakan rudal balistik atau drone modern.

Seiring meningkatnya ancaman drone dan rudal dalam konflik terbaru dengan Iran, para pejabat pertahanan AS kini terus mengevaluasi dan memperkuat desain pangkalan militer agar lebih mampu menghadapi karakter peperangan modern.

EDITOR: Estu Suryowati