← Beranda
Rudal Iran Hantam Yordania Lagi, Sirene Bahaya Menggema di Aqaba dalam Serangan Terbaru ke Timur Tengah
Rian Alfianto• Kamis, 23 Juli 2026 | 00.40 WIB
Ilustrasi rudal Iran. (AP)

 

JawaPos.com - Iran dilaporkan kembali melancarkan serangan rudal ke kawasan Timur Tengah pada Rabu (22/7). Serangan terbaru itu memicu sirene peringatan di Kota Aqaba, Yordania, dan memaksa militer Yordania mencegat empat rudal yang mengarah ke wilayahnya.

Militer Yordania menyatakan empat rudal berhasil diintersepsi sebelum mencapai sasaran, sementara dua rudal lainnya jatuh di kawasan tidak berpenghuni. Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.

Kepulan asap terlihat membumbung di langit Aqaba. Pemandangan itu juga terekam dalam sejumlah video yang diambil dari Kota Eilat, Israel, yang berada di seberang Teluk Aqaba.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru Iran di kawasan setelah sebelumnya Teheran juga meningkatkan tekanan terhadap sejumlah negara sekutu Amerika Serikat.

Pada saat yang hampir bersamaan, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan malam ke-11 operasi serangan udara terhadap Iran. Washington menyebut sasaran serangannya meliputi hanggar pesawat militer dan lokasi penyimpanan drone.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan sistem pertahanan udara di sekitar Teheran diaktifkan. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi, termasuk Bushehr, Azerbaijan Timur, Hamadan, Hormozgan, Khuzestan, serta Sistan dan Baluchistan.

Iran Terus Perluas Serangan

Selain menyerang wilayah Yordania, Iran sebelumnya juga melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz hingga awak kapal terpaksa meninggalkan kapal.

Teheran juga melanjutkan serangan terhadap sejumlah sekutu AS di kawasan, termasuk Bahrain, Yordania, dan Kuwait. Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan konflik yang terus meluas di luar wilayah Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni sempat mengunjungi Pakistan untuk membahas peluang menghidupkan kembali jalur diplomasi.

Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda kesepakatan baru setelah gencatan senjata sementara sebelumnya gagal dipertahankan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan sinyal kecilnya peluang perundingan. Berbicara dari Oval Office, Trump mengatakan AS tidak memiliki ketertarikan untuk kembali menggelar pertemuan dengan Iran.

"Tidak ada yang menarik di pertemuan itu," kata Trump.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran juga membuka front baru dengan mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan dan pasokan minyak dunia di kawasan Timur Tengah.

EDITOR: Estu Suryowati