← Beranda
Presiden Iran Sebut Negaranya Siap Perang Skala Penuh dengan AS, Ekonomi Kini Jadi Medan Tempur Utama
Rian Alfianto• Rabu, 22 Juli 2026 | 21.14 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini tengah menghadapi 'perang skala penuh' dengan Amerika Serikat. Namun, menurutnya, pertempuran saat ini tidak lagi hanya berlangsung melalui serangan rudal, melainkan bergeser ke sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam pidatonya di hadapan Sidang Dewan Tinggi Kehakiman Iran, Pezeshkian mengatakan tekanan yang dihadapi Iran telah memasuki fase baru. Ia menilai pihak-pihak yang berseberangan dengan Teheran menyadari bahwa serangan militer saja tidak cukup untuk memaksa Iran mengubah sikapnya, sehingga kini fokus tekanan diarahkan pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

"Kami kini terlibat dalam perang skala penuh yang melampaui serangan rudal. Musuh telah menyimpulkan bahwa serangan militer saja tidak dapat memaksa Iran menyerah, sehingga mereka kini menargetkan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat," kata Pezeshkian.

Baca Juga: Pertengahan Bulan Penuh Harapan, Ini 6 Zodiak yang Dikaitkan dengan Rezeki Tak Terduga

Menurut Pezeshkian, tekanan ekonomi yang berkepanjangan berpotensi memicu ketidakpuasan publik. Jika kondisi tersebut terus memburuk, ia khawatir dukungan masyarakat terhadap pemerintah dapat melemah.

Karena itu, ia mengajak seluruh lembaga negara untuk memperkuat koordinasi dan menjaga persatuan dalam menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan setiap kebijakan penting harus mendapat dukungan dari seluruh elemen pemerintahan agar tidak melemahkan pemerintah maupun sistem kenegaraan Iran.

Selain menyoroti konflik dengan Amerika Serikat, Pezeshkian menekankan bahwa keadilan tetap menjadi fondasi utama pemerintahan. Ia menyebut penegakan hukum dan perlindungan hak-hak masyarakat merupakan prinsip yang tidak dapat diabaikan.

Presiden Iran itu juga menegaskan bahwa mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan persoalan biaya hidup merupakan kewajiban pemerintah. Menurutnya, para pejabat tidak boleh menutup mata terhadap kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat.

Pezeshkian mengakui harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi serta pembatasan yang diberlakukan dari luar negeri, bukan akibat kelalaian pemerintah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Filter, Ini 5 Cara Membantu Wajah Terlihat Lebih Simetris

Ia mengklaim pemerintah berhasil mencegah kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok, meski situasi perang terjadi bersamaan dengan perayaan Nowruz dan bulan suci Ramadan.

Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian juga menyinggung proses negosiasi terbaru dengan Amerika Serikat. Ia mengatakan Iran tetap mempertahankan kepentingan nasionalnya tanpa mengorbankan prinsip maupun nilai-nilai yang dianut negara tersebut.

Menurutnya, tidak ada satu pun dari 14 poin dalam nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang merugikan kepentingan nasional Iran. Bahkan, ia menyebut sebagian besar isi kesepakatan tersebut lebih menguntungkan Republik Islam Iran.

Di sisi lain, Pezeshkian mengatakan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki berbagai ketimpangan struktural, termasuk di sektor listrik, air, gas, dan sistem pengupahan aparatur negara. Meski demikian, ia mengakui reformasi tersebut membutuhkan waktu karena Iran masih menghadapi tekanan eksternal serta apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel.

Menutup pidatonya, Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada jajaran lembaga peradilan. Ia menyebut tugas menegakkan keadilan merupakan salah satu tanggung jawab paling berat dalam sistem pemerintahan Republik Islam Iran.

Baca Juga: Kata Putri Delina Soal Pernikahan Nathalie Holscher dan Aripat

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirimkan ucapan selamat kepada Khalil al-Hayyah yang baru terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas.

"Saya dengan tulus mengucapkan selamat atas terpilihnya Anda sebagai Kepala Biro Politik baru Gerakan Perlawanan Islam Hamas," ujar Araghchi dalam pesannya kepada Al-Hayyah.

Araghchi juga mengenang para pemimpin Hamas sebelumnya dan kembali menegaskan dukungan Iran terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ia menyatakan Teheran akan terus mendukung apa yang disebutnya sebagai perjuangan sah rakyat Palestina untuk terbebas dari pendudukan, apartheid, dan kolonialisme yang dilakukan rezim Zionis Israel.

EDITOR: Bintang Pradewo