← Beranda
Pimpinan Yayasan Bill Gates Bertemu Jeffrey Epstein 30 Kali, Audit Ungkap Risiko Reputasi yang Diabaikan
Mellyna Putri DiniarRabu, 22 Juli 2026 | 19.59 WIB
Bill Gates meninggalkan Gedung Capitol setelah memberikan kesaksian tertutup terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein / Foto: (The Guardian)

JawaPos.com — Yayasan Bill Gates menghadapi sorotan baru setelah hasil tinjauan eksternal mengungkap adanya puluhan pertemuan antara pimpinan yayasan tersebut dan Jeffrey Epstein, tokoh finansial yang kemudian dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual. 

Laporan tersebut menyebut hubungan profesional itu berlangsung selama beberapa tahun, meskipun sejumlah staf yayasan telah memperingatkan risiko reputasi akibat keterlibatan dengan Epstein yang memiliki catatan hukum sebelumnya.

Tinjauan independen tersebut dilakukan firma hukum WilmerHale atas permintaan Yayasan Gates setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait kasus Epstein pada awal tahun ini. Dokumen itu memuat berbagai referensi mengenai Bill Gates, termasuk foto dan catatan pertemuan yang kembali memicu perhatian publik terhadap hubungan masa lalu antara pendiri Microsoft tersebut dan Epstein.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (22/7/2026), hasil audit menemukan terdapat sekitar 30 pertemuan antara Epstein dan 10 pimpinan serta staf Yayasan Gates, termasuk Bill Gates, selama periode 2011 hingga 2014. Pertemuan tersebut terjadi di sejumlah lokasi, termasuk satu kali di kantor pusat yayasan dan beberapa kali di kediaman Epstein di Manhattan, New York.

Menurut ringkasan laporan WilmerHale, pertemuan tersebut berkaitan dengan pembahasan filantropi, termasuk kemungkinan pembentukan entitas donor-advised fund (DAF), hubungan dengan donor, strategi pemberantasan polio Yayasan Gates, serta pengenalan terhadap organisasi nirlaba yang kemudian menjadi penerima hibah yayasan. Auditor menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan aktivitas ilegal atau di luar tujuan filantropi

“WilmerHale tidak menemukan bukti adanya partisipasi atau pengetahuan mengenai operasi perdagangan seks Epstein yang sedang berlangsung maupun aktivitas kriminalnya,” demikian pernyataan dalam ringkasan laporan tersebut. 

Firma hukum itu juga menyatakan tidak menemukan bukti bahwa yayasan mengetahui Epstein menggunakan nama organisasi tersebut untuk mendukung aktivitas pribadinya, maupun bahwa Epstein pernah menerima pembayaran dari yayasan.

Namun, laporan itu juga menyoroti bahwa kekhawatiran mengenai hubungan dengan Epstein sebenarnya telah muncul di internal yayasan. WilmerHale menemukan bahwa staf yayasan “telah beberapa kali menyampaikan risiko terkait hubungan dengan Epstein karena vonis sebelumnya atas kasus kejahatan seksual”, dan peringatan tersebut disampaikan kepada jajaran pimpinan senior, termasuk Gates.

Bill Gates sebelumnya tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran terkait kejahatan Epstein dan berulang kali membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Gates mengatakan dirinya diperkenalkan kepada Epstein pada 2011 melalui orang-orang yang ia percaya dalam bidang profesional dan filantropi. Epstein saat itu disebut menawarkan kemampuan menggalang dana besar untuk program kesehatan global.

Gates mengakui dirinya mengetahui bahwa Epstein memiliki masalah hukum sebelumnya, tetapi tidak memahami sepenuhnya tingkat kejahatan yang dilakukan. “Saya menerima perkenalan tersebut tanpa melakukan pemeriksaan mendalam yang seharusnya saya lakukan,” ujar Gates dalam pernyataannya yang dikutip dalam laporan tersebut.

Menurut Gates, hubungan dan komunikasi dengan Epstein berakhir pada Desember 2014. Ia juga sebelumnya menyampaikan penyesalan atas keterlibatan tersebut, termasuk meminta maaf kepada karyawan yayasan dalam pertemuan internal pada Februari lalu. Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat pada Juni, Gates mengatakan dirinya “tidak pernah menyaksikan atau memiliki indikasi” bahwa Epstein masih menjalankan aktivitas kriminal.

Menanggapi hasil audit, Yayasan Gates menyatakan dewan pengawas telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk memperkuat mekanisme pengawasan. 

Langkah tersebut mencakup pembentukan proses pemeriksaan terpusat terhadap penasihat donor, penghubung pendanaan, mitra pendanaan bersama, serta pihak lain yang memiliki hubungan dengan yayasan. Selain itu, yayasan akan membuat mekanisme eskalasi untuk menangani risiko organisasi dalam berbagai proyek.

Gates menyebut penyelesaian tinjauan tersebut sebagai langkah penting untuk memberikan kejelasan kepada mitra, karyawan, dan penerima manfaat yayasan. “Kami berkomitmen memastikan kepercayaan dan transparansi tidak pernah dikompromikan,” kata Gates dalam pernyataannya.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga filantropi besar dalam menjaga standar kepatuhan dan reputasi. Meskipun audit tidak menemukan bukti keterlibatan Yayasan Gates dalam aktivitas kriminal Epstein, laporan tersebut menunjukkan bahwa hubungan dengan individu yang memiliki rekam jejak kontroversial tetap dapat menciptakan risiko besar bagi organisasi global yang bergantung pada kepercayaan publik.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho