← Beranda
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Gempur Fasilitas Militer dan Blokade Pelabuhan
Rian AlfiantoKamis, 16 Juli 2026 | 19.08 WIB
Ilustrasi serangan AS ke wilayah Iran di Selat Hormuz. (CENTCOM)

JawaPos.com - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer baru ke Iran pada Kamis (16/7) waktu setempat. Serangan Baru itu dilakukan di tengah memanasnya konflik kedua negara.

Presiden AS Donald Trump bahkan memperingatkan Teheran agar segera mengubah sikap jika tidak ingin menghadapi serangan yang lebih besar.

Melansir BBC, gelombang serangan terbaru itu menyasar sejumlah fasilitas militer Iran yang disebut digunakan untuk mengancam kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Militer AS juga mengklaim telah menghentikan sebuah kapal yang berupaya melanggar blokade baru terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca Juga: Menaker Yassierli Gandeng India, Bidik Penguatan Talenta AI dan Kompetensi Digital Pekerja

Aksi tersebut terjadi setelah Iran mengaku telah menyerang sejumlah target militer AS di kawasan, termasuk di Bahrain dan Kuwait. Bentrokan yang kembali pecah itu menandai hari kelima ketegangan sejak kesepakatan awal penghentian perang mulai goyah.

Trump menegaskan Iran sudah memahami konsekuensi apabila terus menolak kembali ke meja perundingan.

"Saya tidak suka memberikan tenggat waktu, tetapi mereka cukup tahu, mereka tahu ceritanya... mereka berperilaku lebih baik," kata Trump kepada wartawan sebelum AS melakukan serangan.

Dalam pidatonya di forum pertahanan pada hari yang sama, Trump kembali menekan Iran dengan mengatakan bahwa Teheran kini berada dalam posisi yang sulit.

"Mereka ingin menetap begitu buruk. Mereka tidak suka dengan apa yang kita lakukan. Kita akan mencari tahu apakah kita ingin berdamai dengan mereka atau jika harus, kita menyelesaikannya," ujar Trump.

Iran: Kesepakatan Tak Lagi Menguntungkan

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan negaranya tidak memiliki alasan untuk tetap mematuhi kesepakatan apabila tidak memberikan manfaat bagi Iran.

"No reason" untuk mematuhi kesepakatan jika Iran tidak memperoleh keuntungan darinya, kata Ghalibaf kepada media pemerintah.

Menurutnya, keamanan nasional Iran bergantung pada kemampuan Teheran mempertahankan pengaturan sendiri di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa negosiasi dan perlawanan bersenjata merupakan bagian dari strategi Iran dalam menghadapi konflik yang disebutnya bersifat eksistensial melawan Amerika Serikat.

Serangan AS Sasar Bandar Abbas hingga Pulau Greater Tunb

Komando Pusat Militer AS (Centcom) menyatakan telah menyelesaikan dua gelombang serangan pada Rabu waktu setempat.

Serangan pertama berlangsung sekitar 90 menit dengan sasaran pertahanan pantai Iran serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.

Gelombang kedua menyasar pusat komando, sistem pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, hingga fasilitas pengawasan pantai Iran, termasuk di Kota Bandar Abbas yang berada di tepi Selat Hormuz.

Menurut Centcom, operasi tersebut bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di jalur laut strategis tersebut.

Selain operasi militer, AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang sebelumnya dicabut setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman bulan lalu.

Centcom menyebut pihaknya telah mengalihkan dua kapal komersial sejak blokade diberlakukan kembali pada Selasa malam. Kebijakan itu membuat kapal-kapal tidak dapat berlayar menuju maupun keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah