JawaPos.com - Pemerintah Iran dilaporkan mengeksekusi mati dua orang yang disebut sebagai anggota kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Keduanya dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan pemberontakan bersenjata terhadap Republik Islam Iran.
Eksekusi dilakukan setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati yang dijatuhkan kepada keduanya.
Media pemerintah Iran pada Selasa (14/7) melaporkan, dua terpidana tersebut adalah Mohieddin Abdollahi dan Hossein Palani.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, 1 Kru Tewas, 8 Terluka
Menurut laporan itu, keduanya merupakan bagian dari sebuah sel ISIS yang dibentuk setelah kelompok tersebut kehilangan wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah.
Pihak berwenang Iran menyebut sel tersebut tengah menyiapkan rencana serangan di dalam wilayah Iran sebelum akhirnya berhasil digagalkan aparat keamanan.
Operasi penangkapan dilakukan setelah pasukan keamanan Iran menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut di kawasan pegunungan Bamo, dekat perbatasan Iran-Irak.
Dalam operasi itu, sejumlah anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas, sementara beberapa lainnya berhasil ditangkap.
Iran juga kehilangan tiga anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang dilaporkan gugur dalam baku tembak.
Baca Juga: Trump Ancam Serangan Besar ke Iran jika Ia Dibunuh, AS Bisa Balas Dendam Otomatis?
Selain menangkap para tersangka, aparat keamanan menyita berbagai senjata, amunisi, serta perlengkapan lain yang diduga akan digunakan dalam rencana serangan tersebut.
Setelah melalui proses peradilan, Mohieddin Abdollahi dan Hossein Palani dinyatakan bersalah atas tuduhan pemberontakan bersenjata terhadap Republik Islam Iran.
"Mahkamah Agung menguatkan hukuman mati terhadap kedua terpidana," demikian laporan yang disampaikan televisi pemerintah Iran dinukil via AP News.
Keduanya kemudian dieksekusi dengan cara digantung. Namun, otoritas kehakiman Iran tidak mengungkap lokasi pelaksanaan eksekusi tersebut.
Kasus ini menambah daftar tindakan keras Iran terhadap kelompok-kelompok militan yang dituduh mengancam keamanan nasional.
Baca Juga: AS Gempur Puluhan Target di Iran, Teheran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Teluk
Meski ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah yang pernah mereka kuasai di Irak dan Suriah, pemerintah Iran menyatakan kelompok itu masih memiliki jaringan yang berupaya melakukan serangan di dalam negeri.