JawaPos.com - Hujan ekstrem yang dipicu Topan Mesak menyebabkan banjir besar di wilayah Guangxi, Tiongkok, sekaligus memicu pemadaman listrik di banyak daerah. Di tengah lumpuhnya pasokan listrik dan terganggunya komunikasi, mobil energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) justru menjadi sumber listrik darurat yang membantu ribuan warga bertahan.
Pemilik mobil listrik di Guangxi memanfaatkan teknologi Vehicle-to-Load (V2L) untuk menyalurkan listrik dari baterai kendaraan ke berbagai perangkat elektronik. Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah mengisi daya ponsel agar warga tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga maupun tim penyelamat.
Media Southern Metropolis Daily melaporkan bahwa para pemilik NEV mengubah kendaraan mereka menjadi pembangkit listrik bergerak. Di sejumlah lokasi, warga bahkan terlihat mengantre di sekitar mobil listrik untuk mengisi daya ponsel selama pemadaman berlangsung.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki dan Cari Tahu Pengirim Pesan Teror di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi
Salah satu video yang beredar memperlihatkan kerumunan warga mengelilingi sebuah Geely EX2—yang di pasar Tiongkok dikenal sebagai Xingyuan—untuk mendapatkan akses listrik.
Sementara itu, sejumlah pemilik mobil BYD juga membentuk konvoi sukarelawan guna mengirimkan bantuan dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir.
Banjir yang dipicu curah hujan bersejarah tersebut menyebabkan gangguan listrik dalam skala luas. Kondisi itu turut menghambat komunikasi masyarakat sekaligus memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
Teknologi V2L Jadi Andalan Saat Darurat
Kemampuan mobil listrik memasok listrik ke perangkat eksternal berasal dari teknologi Vehicle-to-Load (V2L). Sistem ini memungkinkan energi yang tersimpan di baterai kendaraan dialirkan kembali menjadi listrik arus bolak-balik (AC) sehingga dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan elektronik.
Teknologi tersebut bekerja melalui on-board charger (OBC) dua arah atau bi-directional, yang tidak hanya mengubah listrik AC menjadi DC saat proses pengisian baterai, tetapi juga mampu mengubah listrik DC dari baterai menjadi AC untuk digunakan di luar kendaraan.
Dengan teknologi ini, mobil listrik dapat berfungsi layaknya inverter atau generator portabel. Pemilik kendaraan cukup menghubungkan stopkontak atau kabel ekstensi ke port V2L untuk menyalurkan listrik ke berbagai perangkat.
Sejumlah model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV) bahkan telah dilengkapi mode berkemah (camping mode) yang memungkinkan kendaraan terus memasok listrik saat berhenti dalam waktu lama.
Satu Mobil Bisa Isi Daya Puluhan Ponsel
Pemanfaatan V2L sebenarnya bukan hal baru di Tiongkok. Teknologi serupa pernah dimanfaatkan masyarakat saat Provinsi Henan dilanda banjir besar pada 2021.
Saat itu, beberapa kabel ekstensi disambungkan secara berantai sehingga satu mobil listrik mampu menjadi sumber daya bagi sekitar 20 hingga 30 ponsel sekaligus. Meski demikian, penggunaan kabel ekstensi secara berlebihan tetap memiliki risiko keselamatan sehingga harus dilakukan dengan hati-hati.
Peran mobil listrik dalam kondisi darurat diperkirakan akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Tiongkok.
Sebagai informasi, data China EV DataTracker menunjukkan bahwa pada Juni 2026, sekitar 62,9 persen dari seluruh mobil baru yang terjual di Tiongkok merupakan kendaraan energi baru (NEV). Dengan semakin banyak kendaraan yang mendukung fitur V2L, semakin banyak pula sumber listrik darurat yang tersedia ketika bencana alam melanda.
Di Tiongkok, sebagian besar mobil listrik memiliki kemampuan pengisian daya AC dan V2L hingga 6,6 kW. Namun, beberapa model yang lebih terjangkau seperti Geely EX2 dan sejumlah model BYD DM-i menawarkan kapasitas V2L sekitar 3,3 kW.
Sementara itu, salah satu kendaraan dengan kemampuan V2L terbesar adalah Geely Riddara RD6. Pikap listrik tersebut diklaim mampu menyediakan daya AC tiga fase hingga 36 kW, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri ekonomi rendah ketinggian (low-altitude economy), termasuk pengisian daya drone maupun peralatan listrik berdaya besar.