← Beranda
Sam Altman Ungkap OpenAI Ubah Strategi Peluncuran AI Setelah Negosiasi dengan Pemerintah AS
Mellyna Putri DiniarSabtu, 11 Juli 2026 | 06.25 WIB
CEO OpenAI Sam Altman (Fortune)

 

JawaPos.com - OpenAI tidak lagi sepenuhnya menentukan sendiri kapan dan bagaimana teknologi kecerdasan buatannya diluncurkan. Di balik peluncuran model GPT-5.6, perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu ternyata melakukan serangkaian perubahan setelah berdiskusi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, menandai semakin besarnya campur tangan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap pengembangan AI tercanggih.

Dalam wawancara dengan CNBC, Altman mengungkapkan OpenAI melakukan "banyak perubahan" selama proses pembahasan dengan pejabat pemerintah sebelum model tersebut tersedia untuk publik. Meski tidak merinci bentuk penyesuaian yang dilakukan, pernyataan itu menunjukkan bahwa perusahaan AI kini harus memperhitungkan aspek keamanan nasional dan regulasi sebelum memperkenalkan teknologi baru.

Dilansir dari Fortune, Jumat (10/7/2026), Altman mengatakan komunikasi dengan pemerintah melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Menurutnya, proses evaluasi tersebut dapat menjadi pola baru dalam hubungan antara perusahaan teknologi dan regulator di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko AI.

Baca Juga: ChatGPT Work Meluncur, OpenAI Satukan ChatGPT, Codex, dan Browser dalam Satu Aplikasi

Sebelumnya, peluncuran GPT-5.6 tidak langsung diberikan kepada seluruh pengguna. OpenAI membatasi akses awal hanya untuk sejumlah mitra tertentu setelah pemerintahan Trump meminta perusahaan melakukan peluncuran bertahap. Setelah melalui rangkaian pembahasan dan pengujian, model tersebut akhirnya memperoleh izin untuk tersedia lebih luas kepada publik. 

Altman menjelaskan pemerintah AS sedang melakukan evaluasi terhadap model AI baru untuk mengidentifikasi potensi risiko, terutama terkait keamanan siber. Namun, dia menilai proses pengawasan tersebut harus berjalan dengan aturan yang jelas agar tidak menghambat inovasi.

"Saya pikir hal itu baik selama prosesnya dapat dipahami, adil, dan cepat. Pemerintah tampaknya benar-benar memiliki tujuan yang sama, dan perkiraan saya, proses berikutnya untuk model kami selanjutnya akan jauh lebih lancar," kata Altman

Langkah OpenAI tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap keamanan teknologi AI. Perusahaan pesaingnya, Anthropic PBC, sebelumnya sempat menghadapi pembatasan setelah Departemen Perdagangan AS menerapkan kontrol ekspor yang membatasi akses asing terhadap model AI mereka. Pembatasan itu kemudian dibatalkan setelah berlangsung pembicaraan yang menghasilkan tambahan perlindungan keamanan siber pada teknologi Anthropic. 

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam industri AI global, ketika pemerintah mulai memperlakukan model kecerdasan buatan tingkat lanjut sebagai teknologi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional. Perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan raksasa teknologi lain kini harus menyeimbangkan kecepatan inovasi dengan tuntutan regulasi yang semakin ketat.

Di luar pembahasan mengenai peluncuran model AI, Altman juga menanggapi laporan media mengenai kemungkinan OpenAI memberikan 5 persen saham perusahaan kepada pemerintah AS. Dia menolak memberikan detail lebih lanjut dan menyebut pemberitaan mengenai rencana itu mengandung banyak ketidakakuratan.

"Ada banyak hal yang tidak akurat," ujar Altman ketika ditanya mengenai laporan tersebut.

Sementara itu, terkait rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), Altman belum memberikan kepastian apakah OpenAI akan melantai di bursa pada tahun ini. Ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut, dia hanya menjawab, "Saya tidak tahu."

Dengan pengaruh OpenAI yang semakin besar dalam perlombaan AI dunia, negosiasi antara perusahaan teknologi dan pemerintah AS menjadi salah satu isu strategis yang akan menentukan arah industri kecerdasan buatan. Keputusan mengenai bagaimana model AI paling kuat dikembangkan dan didistribusikan kini tidak lagi hanya menjadi urusan perusahaan, tetapi juga bagian dari persaingan teknologi global. 

Baca Juga: OpenAI Ajukan Dokumen Rahasia ke SEC, Buka Jalan Menuju Penawaran Saham Perdana di Wall Street

EDITOR: Candra Mega Sari