← Beranda
Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Resmi Berakhir, Dilakukan Tertutup
Rian AlfiantoJumat, 10 Juli 2026 | 20.21 WIB
Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei jelang pemakaman. (AFP via Al-Jazeera)

JawaPos.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya dimakamkan di kompleks suci Imam Reza di Kota Mashhad, Kamis (9/7) waktu setempat.

Pemakaman itu dilakukan lebih dari empat bulan setelah Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam kediamannya di Teheran.

Prosesi pemakaman menandai berakhirnya rangkaian penghormatan nasional yang berlangsung selama sepekan dan dihadiri jutaan warga Iran.

Pemakaman sempat tertunda akibat pecahnya perang antara Iran dengan AS dan Israel setelah serangan pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar di Mashhad, Jutaan Warga Padati Kota Kelahirannya

Media pemerintah Iran melaporkan jenazah Khamenei dimakamkan secara tertutup di Mausoleum Imam Reza, situs paling suci bagi umat Syiah di Iran sekaligus tempat kelahirannya di Mashhad.

Kompleks tersebut dikenal sebagai salah satu pusat ziarah terbesar di dunia Islam dengan kubah emas dan menara berlapis emas yang menjadi ikon kota.

15 Juta Warga Hadiri Prosesi Pemakaman

Sebelum dimakamkan, peti jenazah Khamenei dibawa berkeliling ke sejumlah kota penting di Iran dan Irak dalam rangkaian prosesi penghormatan terakhir.

Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 15 juta orang menghadiri prosesi tersebut.

Bahkan, sejumlah perkiraan resmi menyebut jumlah pelayat bisa mencapai lebih dari dua kali lipat angka tersebut.

Baca Juga: Delegasi RI Berangkat ke Pemakaman Ali Khamenei pada Kamis Malam

Rangkaian pemakaman dimulai di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, pada akhir pekan lalu.

Puluhan ribu warga memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir. Sementara delegasi dari Hamas, Jihad Islam Palestina, Hizbullah Lebanon, hingga kelompok Houthi Yaman turut hadir.

Puncak prosesi terjadi pada Senin ketika sekitar 12 juta warga memenuhi jalan-jalan ibu kota Teheran. 

Peti jenazah diarak sejauh sekitar 10 kilometer menuju Lapangan Azadi, salah satu lokasi bersejarah yang kerap menjadi pusat peringatan Revolusi Islam Iran sejak 1979.

Prosesi kemudian berlanjut ke Kota Qom sebelum jenazah diterbangkan ke Irak dan diarak melewati Najaf serta Karbala, dua kota paling suci bagi umat Syiah, sebelum akhirnya dibawa ke Mashhad untuk dimakamkan.

Baca Juga: Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Picu Kekhawatiran Publik atas Situasi Keamanan Iran

Putra Khamenei Tak Muncul di Hadapan Publik

Salah satu hal yang menjadi perhatian selama prosesi pemakaman adalah absennya Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Mojtaba tidak terlihat dalam seluruh rangkaian pemakaman dan belum pernah muncul di hadapan publik sejak serangan udara pada 28 Februari, yang menewaskan ayahnya sekaligus menjadi awal pecahnya perang antara Iran melawan AS dan Israel.

Massa Serukan Balas Dendam terhadap Donald Trump

Prosesi terakhir di Mashhad berlangsung dengan pengamanan ketat. Ribuan pelayat berpakaian hitam mengiringi iring-iringan jenazah sambil membawa bendera Iran, foto Ali Khamenei, serta spanduk berisi slogan revolusi.

Di sepanjang perjalanan, massa juga meneriakkan tuntutan balas dendam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mereka anggap bertanggung jawab atas pembunuhan Khamenei.

Mereka meneriakkan slogan:
"Saya bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuh Anda."

Baca Juga: Prosesi Pemakaman Khamenei Berlanjut di Irak, Jenazah Tiba di Najaf

Sejumlah perempuan juga terlihat membawa poster bertuliskan "Kill Trump".

Kepadatan massa membuat kendaraan pengangkut jenazah tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga lokasi pemakaman.

Untuk tahap terakhir, peti jenazah akhirnya diterbangkan menggunakan helikopter menuju kompleks Imam Reza sesuai wasiat Khamenei.

 

EDITOR: Bayu Putra