← Beranda
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar di Mashhad, Jutaan Warga Padati Kota Kelahirannya
Rian AlfiantoJumat, 10 Juli 2026 | 01.51 WIB
Jutaan pelayat memenuhi prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. (Al-Jazeera)

 

 

 

JawaPos.com - Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di kota kelahirannya, Mashhad, Iran pada Kamis (9/7) waktu setempat memasuki tahap akhir. Upacara duka dan penghormatan berlangsung sepekan penuh dan dihadiri jutaan pelayat di Iran dan Irak.

Prosesi ini berjalan di tengah konflik yang masih memanas antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Melansir Al-Jazeera, ribuan hingga jutaan warga memadati jalan-jalan di Mashhad sejak pagi hari. Mereka membawa bendera Iran, foto-foto Khamenei, dan poster berisi slogan revolusi sebelum prosesi pemakaman pukul 14.30 waktu setempat.

Pemakaman ini menjadi penutup dari penghormatan nasional setelah Khamenei tewas akibat serangan AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari. Serangan tersebut juga menewaskan beberapa anggota keluarganya.

Prosesi Dihadiri Jutaan Pelayat di Iran dan Irak

Sebelum dimakamkan di Mashhad, jenazah Khamenei dibawa melewati sejumlah kota suci Syiah. Setelah prosesi besar di Najaf dan Karbala, Irak, jenazah tiba di Bandara Internasional Mashhad Kamis, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA.

Kelompok paramiliter Irak Popular Mobilisation Forces (PMF) atau Hashd al-Shaabi menyatakan lebih dari 2,3 juta orang mengikuti prosesi penghormatan di Najaf saja.

Sebelumnya, jenazah Khamenei bersama empat anggota keluarganya juga diarak di Teheran dan Kota Qom. Media Tasnim dan Press TV melaporkan jutaan warga hadir, sedangkan pejabat Iran menyebutnya sebagai "pertemuan publik terbesar dalam sejarah modern Iran".

Seruan Balas Dendam Warnai Prosesi

Selain doa dan penghormatan terakhir, prosesi di Mashhad juga diwarnai seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat.
Para pelayat meneriakkan slogan menuntut pembalasan atas kematian Khamenei dan menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas pembunuhan tersebut.

"Saya bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuh Anda," teriak massa dalam prosesi. Sejumlah perempuan juga membawa poster bertuliskan 'Bunuh Trump'.

Prosesi itu berlangsung ketika ketegangan militer antara Iran dan AS masih terus berlanjut. Walau Washington sempat janji hentikan serangan sementara, kedua negara kembali saling melancarkan serangan dua hari terakhir.

Pemimpin Tertinggi Baru Belum Muncul ke Publik

Di tengah rangkaian prosesi, perhatian tertuju pada Pemimpin Tertinggi Iran baru, Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei.

Mojtaba belum muncul dalam seluruh pemakaman sejak ditunjuk menggantikan ayahnya beberapa hari setelah serangan mematikan itu.

Pejabat Iran menyatakan Mojtaba terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya. Namun, pemerintah belum ungkap tingkat cedera yang dialaminya.

Jalur Kereta Diserang, Pemakaman Tetap Berlangsung

Televisi pemerintah Iran mengumumkan jadwal pemakaman di Mashhad diundur menjadi pukul 14.30 karena banyak pelayat mengikuti prosesi di Irak.

Jurnalis Al Jazeera Resul Serdar Atas melaporkan dari Teheran bahwa pejabat Iran pastikan serangan AS ke jalur kereta Teheran-Mashhad malam sebelumnya tak mengganggu pemakaman. Meski jalur itu sementara tidak dapat dipakai.

Dimakamkan di Dekat Makam Imam Reza

Kepala kantor mendiang pemimpin Iran, Mohammad Mohammadi Golpayegani, menyatakan Ayatollah Ali Khamenei sudah lama ingin dimakamkan di Mashhad.

Golpayegani menyebut lokasi pemakaman berada dekat kompleks makam Imam Reza, keturunan Nabi Muhammad sekaligus situs paling suci umat Muslim Syiah.

Pemakaman di kota suci itu menutup penghormatan nasional selama sepekan. Ini juga simbol penting di tengah ketegangan politik dan keamanan Iran akibat konflik dengan AS dan Israel.

Nama Penulis: RIAN ALFIANTO - rian.alfianto@jawapos.com

Rubrik/Kanal: Internasional

EDITOR: Dinarsa Kurniawan