← Beranda
AS Serang Area PLTN Bushehr, Iran Sebut 14 Orang Tewas dalam Dua Hari Serangan
Rian AlfiantoJumat, 10 Juli 2026 | 01.35 WIB
Serangan AS ke Iran di sekitar PLTN Bushehr. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah area di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr dilaporkan menjadi sasaran serangan udara AS pada Kamis.

Di saat yang sama, pemerintah Iran menyebut sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan Amerika dalam dua hari terakhir di berbagai wilayah selatan negara itu.

Serangan terbaru terjadi di tengah eskalasi konflik yang dipicu aksi saling balas setelah Iran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut semakin memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, proyektil Amerika menghantam area perimeter atau kawasan sekitar PLTN Bushehr, mengutip keterangan Wakil Gubernur Provinsi Bushehr, Ehsan Jahangirian.

Ia mengatakan serangan AS juga menyasar sejumlah lokasi lain di Provinsi Bushehr, termasuk Pangkalan Militer Choghaddak serta dermaga nelayan Benoud di Asaluyeh.

"Serangan berlanjut menghantam beberapa lokasi di Provinsi Bushehr, termasuk area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir, pangkalan militer Choghaddak, dan dermaga nelayan," kata Ehsan Jahangirian seperti dikutip IRNA.

Belum Ada Korban di Bushehr, Kapal Nelayan Terbakar

Meski area sekitar fasilitas nuklir menjadi sasaran, Jahangirian mengatakan belum ada laporan korban jiwa dari serangan di Bushehr.

Namun, ia mengungkapkan bahwa serangan di Dermaga Benoud menyebabkan sejumlah kapal nelayan milik warga terbakar. Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk menangani situasi, menilai tingkat kerusakan, sekaligus mengamankan lokasi yang terdampak.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan total 14 orang meninggal dunia akibat serangan udara AS yang berlangsung selama dua hari terakhir di wilayah selatan Iran.

AS Klaim Sasar Infrastruktur Militer Iran

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi militernya difokuskan pada sasaran yang berkaitan dengan aktivitas militer Iran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan serangan AS ditujukan untuk menghancurkan kapal-kapal kecil yang digunakan pasukan Iran dalam pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut gelombang serangan terbaru telah menghantam sekitar 90 target di Iran. Sasaran tersebut meliputi sistem pertahanan udara, gudang penyimpanan drone dan rudal, fasilitas angkatan laut, serta infrastruktur logistik di sepanjang pesisir Iran.

Trump: Iran Ingin Berdamai, tapi Ancam Serangan Lebih Besar

Di tengah operasi militer yang terus berlangsung, Presiden Trump pada Rabu menyatakan Iran "sangat ingin membuat kesepakatan". Meski ia mengaku masih membuka peluang diplomasi, hingga kini belum ada tanda-tanda perundingan baru dimulai.

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang 'jauh lebih buruk' apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar

Di tengah memanasnya konflik, jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tiba di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis untuk dimakamkan.

Prosesi pemakaman berlangsung 131 hari setelah Khamenei dilaporkan tewas pada awal perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

EDITOR: Estu Suryowati