← Beranda
Vatikan Siapkan Pertemuan Global Amoris Laetitia Oktober 2026, Paus Leo XIV Fokus Perkuat Pendampingan Keluarga
Mellyna Putri DiniarRabu, 8 Juli 2026 | 06.17 WIB
Paus Leo XIV memberkati seorang anak dalam momen penuh kehangatan dan kasih di Vatikan (Vatican News)

 

JawaPos.com - Vatikan menerbitkan Dokumen Persiapan (Preparatory Document) untuk Pertemuan Amoris Laetitia yang akan berlangsung pada 7–14 Oktober 2026. Pertemuan tersebut digelar untuk menandai sepuluh tahun penerbitan Post-Synodal Apostolic Exhortation Amoris Laetitia tentang keluarga yang diterbitkan mendiang Paus Fransiskus.

Dokumen tersebut menjadi kerangka tematik yang akan memandu pembahasan dalam pertemuan yang diprakarsai Paus Leo XIV. Forum ini akan mempertemukan para kepala Gereja Katolik Timur sui iuris serta para presiden konferensi waligereja dari berbagai negara di Vatikan.

Dilansir dari Vatican News, Selasa (7/7/2026), Dokasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan bersama Sekretariat Jenderal Sinode telah menerbitkan kerangka tematik sebagai dokumen persiapan resmi. Dokumen itu telah dikirim kepada para kepala Gereja Katolik Timur dan para presiden konferensi waligereja, serta dipublikasikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Paus Leo XIV Tunjuk Maria Alvarado sebagai Perempuan Awam Pertama di Jabatan Puncak Vatikan

Pertemuan ini pertama kali diumumkan Paus Leo XIV melalui pesannya pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan peringatan satu dekade Amoris Laetitia. Dalam kesempatan tersebut, Paus menyampaikan keinginannya untuk melakukan pendalaman bersama melalui pendekatan sinodal mengenai langkah yang perlu diambil Gereja dalam mewartakan Injil kepada keluarga masa kini.

"Kita perlu melangkah maju melalui sikap saling mendengarkan dalam suatu pendalaman sinodal mengenai langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mewartakan Injil kepada keluarga-keluarga pada masa kini, dengan berpedoman pada Amoris Laetitia serta memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh Gereja-Gereja lokal," ujar Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV kembali menyoroti pentingnya keluarga saat menutup Konsistori Luar Biasa pada 27 Juni 2026. Ia mengatakan bahwa dukungan dan pendampingan terhadap keluarga memiliki peran penting bagi kehidupan bersama.

"Di tempat keluarga didukung dan didampingi, akan tumbuh sekolah relasi, solidaritas, dan harapan; ketika keluarga terluka atau terisolasi, seluruh masyarakat ikut menanggung akibatnya," kata Paus Leo XIV.

Dalam kesempatan tersebut, Paus juga mengumumkan bahwa sejumlah keluarga akan turut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut untuk membagikan pengalaman hidup mereka. Kehadiran keluarga dimaksudkan agar para peserta dapat mendengarkan secara langsung berbagai realitas yang dihadapi keluarga saat ini.

Selama pertemuan di Roma, para uskup dari seluruh dunia akan membahas tema-tema dalam dokumen persiapan, mendengarkan pengalaman satu sama lain, merefleksikan berbagai inisiatif pastoral, serta berdialog dengan para ahli. Setelah kembali ke Gereja lokal masing-masing, mereka diharapkan dapat memperbarui komitmen pastoral bersama keluarga, kehidupan manusia, dan panggilan menuju perkawinan.

Gereja Katolik Timur dan konferensi waligereja juga diminta mulai melakukan refleksi sebelum pertemuan berlangsung dengan memberikan perhatian khusus pada pengalaman keluarga di wilayah masing-masing. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan pastoral yang menempatkan keluarga bukan hanya sebagai penerima pelayanan Gereja, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam menjalankan misinya.

Meskipun bukan merupakan Sidang Sinode Para Uskup, pertemuan ini akan berlangsung dalam semangat sinodal yang menekankan mendengarkan, doa, dan pendalaman bersama, sejalan dengan proses implementasi Sinode yang telah berlangsung.

Vatikan menetapkan lima tema utama untuk menjadi bahan refleksi. Tema tersebut mencakup kondisi keluarga saat ini beserta tantangannya, pendampingan kaum muda dalam menemukan panggilan menuju perkawinan, serta perhatian terhadap tahun-tahun awal kehidupan pernikahan sebagai masa penting bagi pasangan.

Selain itu, pembahasan juga akan mencakup pendampingan keluarga dalam situasi sulit serta peran keluarga Kristiani sebagai subjek misi Gereja. Melalui pertemuan ini, Vatikan berharap keluarga dapat semakin ditempatkan sebagai pusat perhatian dalam pelayanan pastoral Gereja sesuai semangat yang terkandung dalam Amoris Laetitia.

Baca Juga: Paus Leo XIV Minta Maaf atas Peran Vatikan dalam Legitimasi Perbudakan, Sebut sebagai 'Luka dalam Ingatan Kristen'

EDITOR: Candra Mega Sari