JawaPos.com - Iran mengeluarkan peringatan kepada seluruh kapal agar tidak menggunakan jalur pelayaran yang tidak resmi saat melintasi Selat Hormuz.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Jum'at (3/7), Komando militer Iran menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap rute yang telah ditetapkan akan mendapat respons langsung dan tegas.
Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap kelancaran arus perdagangan di salah satu jalur energi terpenting dunia.
Pernyataan itu disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya sehari setelah muncul laporan mengenai kemajuan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski proses diplomasi terus berlangsung, Iran tetap menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan navigasi yang berlaku.
Menurut militer Iran, pelanggaran terhadap protokol tersebut dapat membahayakan keamanan kapal yang bersangkutan.
Peringatan tersebut juga muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat menggelar dialog keamanan di Bahrain yang membahas kebebasan arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Iran menilai pendekatan tersebut tidak dapat menjamin keamanan kawasan.
Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa stabilitas regional harus dicapai melalui penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Karena perannya yang sangat penting, setiap peningkatan ketegangan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi global.
Ancaman terhadap kapal yang melintasi jalur tidak resmi pun menjadi perhatian pelaku industri pelayaran internasional.
Meski jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat setelah adanya upaya diplomasi, aktivitas pelayaran belum kembali ke tingkat sebelum konflik. Data pelayaran menunjukkan jumlah transit masih berada di bawah rata-rata normal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di Selat Hormuz masih menjadi faktor penting yang memengaruhi perdagangan internasional.