JawaPos.com - Keiko Fujimori akhirnya resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilu Presiden Peru setelah proses penghitungan suara, gugatan, hingga tuduhan kecurangan yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Kemenangan tipis tersebut sekaligus mengantarkan putri mantan Presiden Alberto Fujimori itu menjadi kepala negara baru Peru setelah empat kali mencoba maju dalam pemilihan presiden.
Kantor pemilihan umum Peru pada Jumat (3/7) menetapkan Keiko Fujimori meraih 50,135 persen suara pada putaran kedua pemilu yang digelar 7 Juni lalu. Ia mengungguli kandidat sayap kiri Roberto Sanchez yang memperoleh 49,865 persen, atau selisih sekitar 50.000 suara dari total lebih dari 18 juta suara sah.
Hasil tersebut mengakhiri salah satu kontestasi politik paling ketat dalam sejarah modern Peru yang diwarnai aksi demonstrasi, tuduhan kecurangan, hingga peninjauan ulang surat suara yang disengketakan.
Mengutip via Reuters, dalam pidato kemenangan di markas partainya, Fujimori berjanji melanjutkan berbagai kebijakan yang dinilai berhasil sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.
"Kami akan mengidentifikasi semua praktik terbaik, inisiatif, dan proyek yang telah membuahkan hasil sehingga mereka dapat melanjutkan," kata Fujimori.
Ia menambahkan, "Hari ini menandai awal dari era baru bagi Peru - era tanggung jawab, dialog, dan hasil untuk memulihkan kepercayaan pada institusi kita."
Balas Kekalahan Tipis pada Pilpres 2021
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Kemenangan kali ini menjadi momen penting bagi Fujimori. Pada Pemilu 2021, ia kalah tipis sekitar 45.000 suara dari Pedro Castillo.
Castillo kemudian dimakzulkan dan dipenjara pada 2022 setelah berupaya membubarkan Kongres, sehingga Peru kembali dilanda krisis politik berkepanjangan.
Sanchez Tolak Akui Hasil Pemilu
Di sisi lain, Roberto Sanchez menolak mengakui kemenangan Fujimori. Politikus yang dianggap sebagai penerus politik Pedro Castillo itu kembali menuding adanya kecurangan pemilu, meski belum menyampaikan bukti yang mendukung klaim tersebut.
Sanchez bahkan memimpin demonstrasi serta mengajukan pengaduan ke Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika terkait hasil pemilu.
Selama proses penghitungan suara, Sanchez sempat memimpin perolehan suara domestik, terutama berkat dukungan kuat dari wilayah pedesaan Peru.
Namun Fujimori berhasil membalikkan keadaan berkat dominasi suara di wilayah ibu kota Lima dan kemenangan telak dari pemilih Peru di luar negeri.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Dilantik 28 Juli, Jadi Presiden ke-10 Peru sejak 2016
Keiko Fujimori dijadwalkan dilantik pada 28 Juli dan akan menggantikan Presiden sementara Jose Balcazar.
Menariknya, Fujimori akan menjadi presiden ke-10 Peru sejak 2016, mencerminkan tingginya ketidakstabilan politik yang membuat sejumlah presiden sebelumnya lengser akibat kasus korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Kemenangan Fujimori juga langsung mendapat ucapan selamat dari sejumlah pemimpin konservatif Amerika Latin seperti Presiden Argentina Javier Milei, Jose Antonio Kast dari Chile, hingga Presiden El Salvador Nayib Bukele.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menyampaikan ucapan selamat. Ia mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump berharap dapat memperkuat kerja sama dengan Peru di bidang keamanan, perdagangan, dan investasi.