← Beranda
Konflik AS-Iran Memanas Lagi, Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Melambung Tinggi
Bayu PutraRabu, 1 Juli 2026 | 15.20 WIB
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali melambung pada perdagangan Selasa (1/7).

Itu setelah Amerika Serikat dan Iran saling mengirim rudal yang berpotensi menghambat perjanjian perdamaian antara kedua negara.

Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,1 persen ke level USD 73,44 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,8 persen ke level USD 70,05 per barel.

Dilansir dari CNBC, pasar masih mencermati perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai akan mempengaruhi pasokan minyak mentah dunia.

Baca Juga: Pemerintah Iran Matangkan Persiapan jelang Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan bahwa investor mulai memperhitungkan harapan akan hasil positif dari pembicaraan di Doha.

Meskipun normalisasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz secara nyata masih belum terlihat.

“Pasar tetap berhati-hati namun optimistis, sambil tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga ada tanda-tanda deeskalasi yang lebih nyata," ujar Wateter lansir Reuters.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kepada televisi pemerintah pada hari Senin bahwa para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembicaraan dalam beberapa hari mendatang untuk mendefinisikan kembali jalur transit melalui Selat Hormuz.

Ia menyebut bahwa Iran akan berupaya menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditentukan.

Baca Juga: Menkeu AS klaim Iran Belum Bisa Jual Minyak ke Pembeli Selain Tiongkok

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tidak akan ada pertemuan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.

"Pertemuan di Doha mungkin akan menjadi penting, mungkin juga tidak. Kita akan segera mengetahuinya," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para wartawan di Ruang Oval.

Ketidakpastian mengenai apakah kedua belah pihak benar-benar akan bertemu, menunjukkan rapuhnya kesepakatan pada 17 Juni untuk menghentikan sementara pertempuran yang telah mengganggu arus pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.

 

EDITOR: Bayu Putra