← Beranda
Anak Mantan Presiden Alberto Fujimori Menang Pilpres Peru, Keiko Janji Pulihkan Keamanan dan Stabilitas
Rian AlfiantoSelasa, 30 Juni 2026 | 18.43 WIB
Keiko Fujimori terpilih jadi Presiden Peru. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Keiko Fujimori, putri mantan Presiden Peru Alberto Fujimori, memenangkan pemilihan presiden Peru setelah mengungguli kandidat sayap kiri Roberto Sanchez dalam putaran kedua yang berlangsung ketat. 

Kemenangan tipis tersebut mengantarkan Keiko ke kursi kepresidenan pada percobaan keempatnya, sekaligus menandai kembalinya keluarga Fujimori ke pucuk kekuasaan negara Amerika Selatan itu.

Berdasarkan hasil akhir penghitungan suara, Keiko Fujimori unggul kurang dari 50.000 suara dari lebih dari 18 juta suara yang masuk pada pemungutan suara 7 Juni. 

Meski hasil penghitungan telah rampung, Juri Pemilu Nasional Peru baru dijadwalkan mengumumkan pemenang secara resmi pada 3 Juli setelah menyelesaikan pemeriksaan surat suara yang disengketakan.

Menanggapi kemenangan tersebut, Keiko menyampaikan komitmennya untuk membawa Peru keluar dari krisis keamanan dan ketidakstabilan politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Setiap kali kita semakin dekat untuk memulai jalan menuju ketertiban dan harapan bagi seluruh rakyat Peru," tulis Keiko Fujimori di akun X setelah dinyatakan sebagai pemenang.

Keiko Fujimori bukan nama baru dalam politik Peru. Politikus berusia 51 tahun itu merupakan putri Alberto Fujimori, presiden yang memimpin Peru pada 1990–2000 dan hingga kini masih menjadi salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah negara tersebut.

Di satu sisi, Alberto Fujimori dipuji karena berhasil menumpas pemberontakan kelompok Maois Shining Path dan mengendalikan hiperinflasi yang sempat melumpuhkan perekonomian Peru. 

Namun di sisi lain, pemerintahannya juga dibayangi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi. Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara atas kasus korupsi serta kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan dalam operasi pemberantasan terorisme.

Warisan politik itulah yang selama ini menjadi kekuatan sekaligus beban bagi Keiko Fujimori. Nama besar keluarga Fujimori memberinya basis pendukung yang loyal dan jaringan politik yang kuat, tetapi juga memunculkan penolakan dari sebagian masyarakat yang masih menyimpan trauma terhadap pemerintahan ayahnya.

Penolakan tersebut membuat Keiko tiga kali gagal memenangkan pemilihan presiden sebelum akhirnya berhasil merebut kursi tertinggi di Peru pada pemilu kali ini.

Pemilu berlangsung di tengah meningkatnya keresahan masyarakat akibat melonjaknya angka kriminalitas dan krisis politik yang berkepanjangan. Dalam satu dekade terakhir, Peru telah mengalami pergantian delapan presiden, sementara kasus pemerasan, pembunuhan bayaran, dan kejahatan terorganisasi terus meningkat.

Selama kampanye, Keiko menjanjikan pendekatan yang lebih tegas untuk memulihkan keamanan serta mengembalikan stabilitas pemerintahan.

Sementara itu, Roberto Sanchez belum memberikan tanggapan setelah hasil akhir diumumkan. Sebelumnya, ia sempat memimpin penghitungan suara sebelum akhirnya disalip Keiko. 

Sanchez juga pernah menyatakan tidak akan mengakui pemerintahan yang dipimpin rivalnya dengan alasan adanya dugaan ketidakteraturan administratif dalam pengelolaan suara pemilih Peru di luar negeri.

Apabila hasil tersebut disahkan sesuai jadwal, Keiko Fujimori akan dilantik sebagai Presiden Peru pada 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun. Kemenangannya dipandang sebagai salah satu sinyal menguatnya kembali kubu konservatif di kawasan Amerika Latin.

EDITOR: Estu Suryowati