← Beranda
WHO Sebut Gelombang Panas di Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 orang
AntaraSelasa, 30 Juni 2026 | 01.31 WIB
Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Magnific)

 

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (28/6) mengatakan, lebih dari 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak 21 Juni.

Dilansir dari Antara, Senin (29/6), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di platform X menyebutkan, lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas ekstrem tercatat sejak 21 Juni.

Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu ekstrem. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik sangat tertekan.

Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor, termasuk Denmark (37°C untuk pertama kalinya sejak 1874), Republik Ceko (di atas 40°C untuk pertama kalinya, yakni 40,6°C), dan Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5°C, dengan suhu malam hari mencapai 39,5°C).

Baca Juga: Prancis Catat 1.000 Kematian Lebih Banyak Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.

WHO mencatat bahwa panas ekstrem dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komplikasi lainnya.

 

EDITOR: Kuswandi