JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Truth Social memperingatkan bahwa Iran 'tidak akan ada lagi' jika Teheran terus melanggar gencatan senjata. Ancaman terbaru Trump muncul setelah AS melancarkan serangan baru pada terhadap lokasi rudal dan drone Iran serta situs radar pada Sabtu (27/6).
Seperti dilansir dari Independent, AS menekankan, penyerangan itu dilakukan lantaran Iran lagi-lagi melanggar perjanjian gencatan senjata.
Komando Pusat AS mengatakan serangan itu diluncurkan sebagai tanggapan langsung terhadap agresi Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran komersial.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran telah memperingatkan bahwa serangan membabi buta AS terhadap Sirik tidak akan menyelesaikan masalah kendali Iran atas Selat Hormuz.
Baca Juga: Rembug Warga NU: Dorong Perbaikan Tata Kelola PBNU, Terapkan Transparansi Keuangan
Pernyataan itu muncul ketika Iran dan AS terus saling menyerang di Teluk, masing-masing menuduh pihak lain melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani kurang dari dua minggu lalu untuk mengakhiri perang empat bulan mereka.
Iran mengatakan pasukan angkatan laut dan udaranya melakukan operasi gabungan rudal dan drone yang menargetkan situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, serta memperingatkan pelanggaran lebih lanjut akan menerima serangan yang lebih lagi.