← Beranda
Senat AS Loloskan Resolusi Penghentian Perang, Tegur Trump soal Iran
Bayu PutraKamis, 25 Juni 2026 | 18.58 WIB
Donald Trump unggah foto AI menggenggam senjata sembari mengancam Iran. (Truth Social/Donald Trump)

JawaPos.com - Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (23/6) meloloskan resolusi war powers. Resolusi ini menyerukan penghentian keterlibatan militer Amerika terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.

Meski tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, langkah ini menjadi teguran politik paling keras dari Capitol Hill terhadap Presiden Donald Trump sejak konflik dengan Teheran memanas.

Resolusi tersebut disahkan dengan perolehan suara 50 berbanding 48. Empat senator Partai Republik bergabung dengan hampir seluruh senator Demokrat untuk mendukung usulan tersebut.

Sementara itu, Senator Demokrat John Fetterman menolak resolusi, dan dua senator Republik tidak memberikan suara.

Baca Juga: Trump dan JD Vance Klaim Iran Siap Terima Inspeksi Nuklir, Teheran Langsung Membantah: “Tidak Ada Komitmen Baru”

Isi resolusi itu secara tegas meminta presiden menarik Angkatan Bersenjata AS dari segala bentuk permusuhan terhadap Iran.

Kecuali jika terdapat deklarasi perang resmi atau otorisasi penggunaan kekuatan militer yang disetujui Kongres.

Keputusan Senat ini memperkuat sikap yang sebelumnya telah diambil DPR AS. Awal bulan ini, DPR meloloskan resolusi serupa dengan suara 215 berbanding 208.

Hal ini menjadi sebuah langkah yang tergolong jarang terjadi, karena secara terbuka dewan mengkritik kebijakan presiden dari partainya sendiri.

Dilansir dari NBC News, meski tidak mengubah kebijakan secara langsung, pemungutan suara tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran anggota Kongres terhadap kewenangan presiden dalam menggunakan kekuatan militer tanpa persetujuan legislatif.

Baca Juga: Pilot AS Mengaku Lihat Drone Iran Berbentuk 'Ubur-Ubur' Sebelum Jet F-15 Ditembak Jatuh, Intelijen Geger

Ini juga menjadi momen bersejarah. Karena Senat AS sebelumnya telah sembilan kali melakukan pemungutan suara terkait resolusi war powers, namun tidak satu pun berhasil mencapai mayoritas sederhana hingga pemungutan suara kali ini.

Partai Republik sebenarnya masih menguasai Senat dengan komposisi 53 kursi berbanding 47 kursi Demokrat.

Namun absennya Senator Mitch McConnell dari Kentucky dan Senator Dave McCormick dari Pennsylvania menjadi faktor penting dalam hasil akhir.

McConnell diketahui sedang menjalani perawatan kesehatan dan telah mengumumkan tidak akan mengikuti pemungutan suara pekan ini.

Gedung Putih menilai hasil tersebut lebih disebabkan oleh absennya dua senator Republik daripada perubahan sikap politik di tubuh partai.

Baca Juga: Konflik Iran dan Amerika Serikat Berdampak Pada Komoditas Energi, Naik-Turun Harga LNG jadi Perhatian

Pejabat Gedung Putih bahkan menyebut pemungutan suara itu 'tidak memiliki signifikansi' karena resolusi tersebut tidak akan dikirim ke meja presiden dan tidak memiliki kekuatan hukum.

Menurut pejabat tersebut, jika McConnell dan McCormick hadir serta memberikan suara menolak, hasil akhirnya kemungkinan akan berimbang 50-50 sehingga resolusi gagal disahkan.

Presiden Trump merespons hasil pemungutan suara dengan nada keras melalui platform Truth Social.

Ia menyebut empat senator Republik yang mendukung resolusi sebagai "pecundang" dan menilai langkah mereka justru menyulitkan pemerintah AS dalam menghadapi Iran.

"Senat Amerika Serikat memutuskan mengadakan pemungutan suara War Powers Act yang waktunya buruk dan tidak berarti, memberi tahu sponsor teror nomor satu di dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang saya lakukan terhadap mereka dan saya harus berhenti. Dengan melakukan itu, mereka telah memberikan bantuan dan kenyamanan kepada musuh," tulis Trump.

Baca Juga: Trump dan JD Vance Klaim Iran Siap Terima Inspeksi Nuklir, Teheran Langsung Membantah: “Tidak Ada Komitmen Baru”

Pernyataan tersebut menunjukkan ketegangan yang semakin terbuka antara Trump dan sebagian anggota Partai Republik terkait pendekatan Washington terhadap Iran.

Beberapa senator Republik sebelumnya juga telah berbeda pandangan dengan Trump mengenai kebijakan luar negeri terhadap Teheran.

Di antaranya Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat Roger Wicker, Senator Tom Cotton, dan Senator Ted Cruz.

Gedung Putih Klaim Konflik Sudah Berakhir

Pemerintahan Trump berargumen bahwa resolusi tersebut tidak lagi relevan karena tidak ada konflik aktif yang sedang berlangsung.

Gedung Putih menyatakan gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April masih efektif sehingga tidak ada operasi militer yang harus dihentikan.

Baca Juga: Blak-blakan Presiden Iran Masoud Pezeshkian: Tanpa Rudal Balistik, Kami Akan Seperti Gaza

"Resolusi ini mengarahkan Presiden untuk menarik Angkatan Bersenjata AS dari permusuhan terhadap Iran. Namun tidak ada permusuhan yang harus ditarik karena permusuhan telah berakhir dengan gencatan senjata pada 7 April," kata seorang pejabat Gedung Putih.

Baik Washington maupun Teheran sama-sama menyatakan gencatan senjata masih berlaku, meski kedua negara sesekali masih terlibat aksi saling serang dalam skala terbatas.

 

EDITOR: Bayu Putra