JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) yang membuka jalan bagi berakhirnya perang yang selama berbulan-bulan mengguncang Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dokumen tersebut telah ditandatangani dan menjadi dasar penghentian permanen konflik antara kedua negara.
Gedung Putih mengkonfirmasi Trump menandatangani memorandum itu saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, Prancis, Rabu (17/6) waktu setempat.
Ketika ditanya wartawan mengenai status perjanjian tersebut, Trump menjawab singkat, "Sudah ditandatangani. Ditandatangani di Versailles. Baru saja ditandatangani."
Melansir NBC News, menurut pejabat AS, dokumen yang terdiri dari 14 poin itu berisi komitmen untuk menghentikan seluruh operasi militer dalam perang AS-Israel melawan Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Kesepakatan tersebut juga menjadi dasar bagi negosiasi menuju perjanjian final dalam waktu 60 hari ke depan.
Salah satu poin utama dalam memorandum adalah deklarasi untuk mewujudkan penghentian segera dan permanen operasi militer. Jika berhasil dijalankan, kesepakatan ini berpotensi menjadi titik balik terbesar dalam konflik Timur Tengah sepanjang tahun ini.
Selain penghentian perang, Iran juga disebut kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berencana mencabut berbagai sanksi ekonomi terhadap Teheran serta membuka akses terhadap dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan.
Seorang pejabat senior AS menyebut komitmen Iran terkait stok uranium yang telah diperkaya sebagai pencapaian besar bagi Washington.
Kesepakatan juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia
Iran disebut akan menjamin jalur aman bagi kapal-kapal komersial selama 60 hari pertama sebelum dilakukan pembahasan lebih lanjut bersama Oman mengenai pengelolaan kawasan tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan menghadiri seremoni penandatanganan lanjutan di Swiss pada Jumat mendatang. Pejabat AS mengatakan dokumen yang akan ditandatangani di Swiss lebih bersifat simbolis karena substansi kesepakatan telah disetujui kedua pihak.
Baca Juga: Efek Kesepakatan AS-Iran, Harga Minyak Mentah Kembali Turun
Dukungan internasional terhadap perjanjian ini juga mulai bermunculan. Para pemimpin negara G7 yang berkumpul di Evian-les-Bains, Perancis.
Meski demikian, jalan menuju perdamaian permanen masih menghadapi tantangan. Israel yang tidak menjadi pihak langsung dalam kesepakatan tetap menunjukkan sikap hati-hati dan skeptis terhadap komitmen Iran.
Washington juga mengingatkan bahwa seluruh keringanan sanksi akan bergantung pada kepatuhan Teheran terhadap isi perjanjian.