← Beranda
Teks Final Disebut Disepakati, Kesepakatan Damai AS-Iran di Depan Mata
Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 14 Juni 2026 | 05.46 WIB
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (kuwaittimes)

JawaPos.com - Harapan berakhirnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin menguat setelah kedua negara dikabarkan telah menyepakati apa yang disebut sebagai 'teks final' perjanjian damai yang bertujuan mengakhiri konflik yang selama ini membayangi stabilitas Timur Tengah.

Pernyataan penting tersebut disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Menurutnya, proses negosiasi telah mencapai tahap paling maju dan kini hanya menyisakan penyelesaian langkah-langkah teknis sebelum kesepakatan resmi diteken.

"Perdamaian tidak pernah sedekat ini," ujar Sharif.

Baca Juga: Telemundo Tolak Tayangkan Iklan saat Cooling Break Piala Dunia, Pilih Tampilkan Suasana Stadion

Jika berhasil difinalisasi, perjanjian tersebut berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan AS-Iran dalam beberapa tahun terakhir sekaligus mengurangi risiko konflik yang lebih luas di kawasan.

Dikutip via Anadolu, Sharif mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan atas naskah akhir perjanjian. Saat ini, Pakistan disebut bekerja erat dengan kedua pihak untuk membantu merampungkan tahapan terakhir menuju penandatanganan resmi.

Kabar tersebut menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa jalur diplomasi berhasil menggantikan opsi militer yang sebelumnya sempat mencuat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Optimisme terhadap tercapainya perdamaian juga semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran karena negosiasi menunjukkan kemajuan signifikan.

Menurut Trump, proses pembicaraan berkembang jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya, sehingga peluang tercapainya kesepakatan semakin terbuka.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kesepakatan damai tersebut berpotensi ditandatangani di Jenewa, Swiss, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat diplomasi internasional.

Bahkan, Wakil Presiden AS JD Vance dikabarkan dapat melakukan perjalanan ke Eropa untuk menghadiri proses penandatanganan apabila seluruh tahapan akhir berhasil diselesaikan.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai waktu penandatanganan, berbagai perkembangan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa kedua pihak semakin dekat menuju kesepakatan bersejarah.

Di tengah kemajuan negosiasi, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis kembali melakukan pembicaraan melalui telepon pada Sabtu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua menteri menyambut kemajuan yang menggembirakan dalam upaya mencapai kesepahaman antara AS dan Iran.

Mereka juga menyampaikan harapan agar proses diplomasi yang sedang berlangsung dapat segera menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan serta memperkuat stabilitas di Timur Tengah.

Dukungan dari berbagai negara terhadap proses perundingan ini menunjukkan besarnya harapan komunitas internasional agar hubungan AS dan Iran memasuki babak baru yang lebih stabil setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan dan ancaman konflik.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah