← Beranda
Pakistan Sebut AS dan Iran Sepakati Teks Final Perdamaian, Akhir Perang Timur Tengah Kian Dekat
Rian AlfiantoSabtu, 13 Juni 2026 | 21.14 WIB
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan. (Anjum Naveed/AP)

 

JawaPos.com - Pakistan mengumumkan terobosan penting dalam upaya mengakhiri konflik yang telah mengguncang Timur Tengah selama berbulan-bulan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati naskah final perjanjian perdamaian yang menjadi dasar penghentian perang di kawasan tersebut.

Pernyataan itu menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa kedua negara yang bertikai berada di ambang kesepakatan bersejarah setelah serangkaian perundingan intensif yang dimediasi Pakistan bersama sejumlah negara kawasan.

"Perdamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang," tulis Sharif melalui akun X miliknya, Sabtu (13/6).

Menurut Sharif, Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai 'teks final yang disetujui bersama'. Saat ini, para mediator tengah bekerja dengan kedua pihak untuk menyelesaikan tahapan akhir sebelum perjanjian resmi ditandatangani.

Baca Juga: Dorong Daya Saing Pupuk Nasional Lewat Budaya Inovasi Kuat

Kabar tersebut muncul setelah ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 7 April tetap bertahan dan menjadi fondasi bagi proses diplomatik yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengisyaratkan optimisme serupa. Ia menyebut kesepakatan damai kini berada pada titik terdekat sejak konflik pecah.

"An agreement has never been closer," tulis Araghchi dalam unggahannya juga melalui platform X.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan membagikan ulang pernyataan tersebut melalui platform media sosialnya, memperkuat indikasi bahwa negosiasi telah memasuki tahap akhir.

Konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu telah menciptakan gejolak besar di Timur Tengah. Selain memicu ketidakstabilan keamanan regional, perang juga mengganggu distribusi minyak dan gas alam dari kawasan Teluk Persia yang menjadi salah satu pusat energi dunia.

Gangguan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan energi global, memicu kenaikan harga bahan bakar, serta meningkatkan biaya berbagai kebutuhan pokok di banyak negara.

Sejumlah pejabat regional yang mengetahui proses negosiasi mengungkapkan bahwa kesepakatan yang sedang disusun tidak hanya berisi penghentian perang, tetapi juga mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap dan pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Baca Juga: Gianni Infantino Tuai Kritik Usai Bela Amerika Serikat Soal Masalah Visa di Piala Dunia 2026

Mereka memperkirakan seremoni penandatanganan dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan setelah mendapat persetujuan resmi dari Washington dan Teheran.

Pakistan disebut memainkan peran sentral dalam proses diplomasi tersebut. Upaya mediasi dipimpin oleh Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dengan dukungan Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.

Jika berhasil diwujudkan, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu pencapaian diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir sekaligus membuka jalan bagi stabilitas kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan